Rahn Tasjily adalah produk gadai syariah Pegadaian dengan jaminan sertifikat tanah dan HGB (Hak Guna Bangunan). Produk ini memberikan pinjaman modal usaha atau kebutuhan lain dengan jaminan aset properti. Pinjaman dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah tergantung nilai taksiran sertifikat. Akad yang digunakan adalah rahn (gadai syariah) sesuai prinsip Islam.
Apa Itu Rahn Tasjily Pegadaian
Rahn Tasjily adalah produk Pegadaian Syariah yang memberikan pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah (SHM) atau HGB. Produk ini dirancang untuk nasabah yang membutuhkan modal usaha atau dana besar dengan jaminan aset properti. Tidak ada bunga; biaya yang dikenakan berupa mu’nah (biaya pemeliharaan) dan biaya administrasi sesuai akad syariah.
Untuk informasi lebih lanjut, baca juga Pegadaian Syariah Rahn akad mu’nah dan produk.
Rahn Tasjily berbeda dari KPR bank yang menggunakan akad murabahah atau ijarah. Rahn Tasjily menggunakan akad gadai (rahn) di mana nasabah menyerahkan sertifikat sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Barang jaminan (marhun) berupa sertifikat tanah/HGB disimpan dengan aman di Pegadaian Syariah.
Syarat dan Prosedur Rahn Tasjily
Syarat Rahn Tasjily Pegadaian: KTP yang masih berlaku, sertifikat tanah (SHM) atau HGB yang masih berlaku, dan dokumen pendukung (IMB, PBB terbaru). Prosedur: datang ke outlet Pegadaian Syariah yang menyediakan layanan Rahn Tasjily, serahkan dokumen, petugas verifikasi sertifikat dan taksiran nilai, nasabah menyetujui nominal, tanda tangan Surat Bukti Rahn (SBR), lalu dana dicairkan.
Untuk informasi lebih lanjut, baca juga gadai BPKB mobil panduan lengkap.
Proses verifikasi sertifikat meliputi pengecekan keaslian, status hukum, dan nilai pasar. Pegadaian Syariah bekerja sama dengan notaris dan instansi terkait untuk memastikan keabsahan sertifikat. Proses ini dapat memakan waktu beberapa hari hingga minggu tergantung kelengkapan dokumen.
Pinjaman dan Biaya Rahn Tasjily
Pinjaman Rahn Tasjily dapat mencapai persentase tertentu dari nilai taksiran sertifikat, dengan nominal hingga ratusan juta atau miliaran rupiah. Jangka waktu pinjaman biasanya 12 bulan dan dapat diperpanjang. Biaya yang dikenakan berupa mu’nah (biaya pemeliharaan sertifikat) dan biaya administrasi.
Untuk informasi lebih lanjut, baca juga Pegadaian pengertian produk dan cara kerja.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jaminan | Sertifikat tanah (SHM) atau HGB |
| Pinjaman | Hingga persentase nilai taksiran sertifikat |
| Tenor | 12 bulan, dapat diperpanjang |
| Biaya | Mu’nah + administrasi |
| Dokumen | Surat Bukti Rahn (SBR) |
Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan perhitungan mu’nah selama masa pinjaman. Jika nasabah tidak membayar selama 2 bulan berturut-turut, sertifikat jaminan dapat dilelang sesuai ketentuan syariah dan hukum yang berlaku.

Keunggulan Rahn Tasjily
Keunggulan Rahn Tasjily Pegadaian: proses lebih cepat dibanding KPR bank, tidak memerlukan slip gaji atau dokumen penghasilan (karena berbasis jaminan), akad syariah yang sesuai dengan prinsip Islam, dan jaringan outlet Pegadaian Syariah yang luas. Produk ini cocok untuk nasabah yang memiliki aset properti dan membutuhkan dana cepat.
Untuk informasi lebih lanjut, baca juga pinjaman online legal atau ilegal.
Kekurangannya adalah nasabah harus menyerahkan sertifikat asli selama masa pinjaman. Jika gagal bayar, sertifikat dapat dilelang. Nasabah juga perlu memperhatikan biaya mu’nah yang dapat menumpuk jika pinjaman diperpanjang berkali-kali.
Rahn Tasjily vs KPR Bank
Rahn Tasjily Pegadaian dan KPR bank keduanya memberikan pinjaman dengan jaminan properti, tetapi berbeda dalam akad dan proses. KPR bank menggunakan akad murabahah atau ijarah dengan tenor panjang (hingga 20 tahun). Rahn Tasjily menggunakan akad gadai (rahn) dengan tenor 12 bulan yang dapat diperpanjang. Rahn Tasjily lebih cepat prosesnya dan tidak memerlukan slip gaji.
Pilih Rahn Tasjily jika Anda membutuhkan dana cepat dengan jaminan sertifikat dan ingin transaksi syariah. Pilih KPR bank jika Anda membutuhkan dana besar dengan tenor panjang untuk pembelian rumah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Risiko dan Tips Rahn Tasjily
Risiko utama Rahn Tasjily adalah kehilangan sertifikat jaminan jika gagal bayar. Nasabah juga perlu memperhatikan biaya mu’nah dan administrasi yang dapat menumpuk. Pastikan memahami akad yang digunakan sebelum menandatangani SBR.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







