KTA Syariah: Cara Kerja, Akad, dan Bank Penyedia

Kalau kamu butuh dana tunai untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, atau keperluan mendesak lainnya, kredit tanpa agunan memang terlihat praktis. Tapi banyak orang ragu karena bunga KTA konvensional terasa memberatkan. Kabar baiknya, ada KTA syariah yang menawarkan skema berbeda. Artikel ini akan membahas cara kerja, akad, dan bank penyedia KTA syariah supaya kamu bisa memutuskan dengan lebih tenang.

Apa Itu KTA Syariah?

KTA syariah adalah pembiayaan tanpa agunan yang dijalankan sesuai prinsip syariah. Bank tidak memakai sistem bunga, melainkan akad yang disepakati di awal. Karena itu, produk ini sering disebut pembiayaan multiguna, bukan kredit. Yang kamu terima bukan sekadar pinjaman uang, tapi bisa berupa kepemilikan barang atau manfaat dari transaksi yang sah menurut syariah.

Bank tetap menilai kemampuan bayarmu lewat slip gaji, rekening koran, dan SLIK OJK. Tanpa agunan, yang menjadi pegangan bank adalah karakter, penghasilan, dan riwayat pembayaranmu. Bedanya dengan KTA konvensional cukup mendasar. Di bank biasa, kamu berutang uang dan membayar bunga yang bisa berubah. Di bank syariah, tidak ada bunga, yang ada adalah margin atau ujrah. Secara angka, angsurannya memang mirip, tapi secara akad statusmu jauh lebih jelas. Kalau kamu masih bingung membedakannya dengan KUR, artikel KTA vs KUR untuk modal usaha bisa memberi gambaran lengkap.

Akad yang Dipakai dalam KTA Syariah

Akad adalah perjanjian yang menjadi dasar transaksi. Dalam KTA syariah, akad menentukan bagaimana bank memberikan pembiayaan dan bagaimana kamu mengembalikannya. Ada beberapa akad yang umum dipakai.

Pertama, murabahah. Akad ini berupa jual beli dengan harga pokok ditambah margin. Bank membeli barang yang kamu butuhkan, lalu menjualnya kepadamu dengan harga yang sudah termasuk margin. Harga dan margin disepakati di awal dan tidak berubah selama tenor. Kedua, wakalah. Dalam praktiknya, bank sering memberi kuasa kepadamu untuk membeli barang atas nama bank. Ini dilakukan karena barangnya sangat spesifik, misalnya furnitur atau alat elektronik tertentu. Setelah barang diterima, akad murabahah pun berjalan.

Ketiga, ijarah, yaitu akad sewa-menyewa untuk kebutuhan berupa manfaat atau jasa, seperti biaya pendidikan atau sewa tempat tinggal. Keempat, qardh, yaitu pinjaman kebajikan yang biasanya tanpa margin. Akad qardh jarang dipakai untuk pembiayaan multiguna besar, lebih sering untuk kebutuhan mendesak dengan nominal kecil. Masalah akad dan margin sebenarnya sudah dibahas lebih detail di artikel KTA syariah akad margin dan bank penyedia.

Yang perlu kamu pahami, margin murabahah disepakati di awal dan tidak berubah. Tidak ada bunga berjalan yang membuat total bayaranmu membengkak. Kalau kamu telat membayar, kamu memang kena denda. Tapi denda itu masuk ke dana kebajikan, bukan menjadi pendapatan bank. Ini prinsip penting yang membedakan KTA syariah dari KTA biasa.

Cara Kerja KTA Syariah

Secara garis besar, alur pengajuan KTA syariah hampir sama dengan KTA konvensional, tapi ada beberapa tahap yang berbeda karena melibatkan objek transaksi. Begini alurnya.

Pertama, kamu mengajukan permohonan ke bank syariah dengan membawa dokumen seperti KTP, NPWP, slip gaji terakhir, dan rekening koran tiga bulan terakhir. Kedua, bank melakukan SLIK atau BI checking untuk melihat riwayat kreditmu. Kalau ada catatan macet, pengajuanmu berisiko ditolak. Ketiga, kamu menyebutkan kebutuhan secara spesifik, misalnya renovasi rumah atau pembelian furnitur. Keempat, bank menilai kemampuan bayarmu dan menyetujui plafon, margin, dan tenor. Plafon biasanya dihitung dari penghasilan, dengan cicilan maksimal sekitar 30 persen dari gaji bulanan.

Kelima, kamu menandatangani akad. Untuk akad murabahah, bank membelikan aset sesuai kebutuhanmu melalui skema wakalah. Keenam, bank membayarkan dana kepada penjual atau penyedia jasa. Pada sebagian produk, dana bisa masuk ke rekeningmu setelah kamu menunjukkan bukti kebutuhan yang sah. Ketujuh, kamu mencicil setiap bulan dengan jumlah tetap sampai lunas. Angsuran tidak akan berubah selama tenor, karena margin sudah dikunci di awal.

Plafon KTA syariah umumnya berkisar hingga ratusan juta rupiah dengan tenor satu sampai lima tahun. Untuk karyawan tetap dengan penghasilan stabil, plafon bisa lebih besar. Sebaliknya, kalau penghasilanmu tidak tetap atau tidak punya slip gaji, peluangmu lebih kecil. Kalau kamu termasuk yang tidak punya slip gaji, artikel KTA untuk ibu rumah tangga bisa memberimu gambaran kendala dan alternatifnya.

Bank Penyedia KTA Syariah

Beberapa bank syariah di Indonesia memiliki produk pembiayaan multiguna yang bisa disebut sebagai KTA syariah. Produk ini biasanya menyasar karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu sampai dua tahun dan penghasilan minimal sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per bulan. Berikut beberapa bank penyedianya.

Bank Akad Utama Keterangan Singkat
Bank Syariah Indonesia Murabahah Jaringan luas, plafon hingga ratusan juta, tenor sampai 5 tahun
Bank Muamalat Murabahah Fokus syariah penuh, skema untuk karyawan dengan penghasilan tetap
Bank Mega Syariah Murabahah Proses relatif cepat, angsuran tetap, ada asuransi jiwa
Bank Panin Dubai Syariah Murabahah Layanan personal, plafon disesuaikan dengan kebutuhan

Selain bank-bank besar itu, banyak bank syariah daerah seperti Bank Aceh Syariah dan Bank NTB Syariah juga memiliki produk serupa. Setiap bank punya kebijakan berbeda soal plafon, margin, dan syarat tambahan. Karena itu, jangan ragu membandingkan beberapa bank sebelum memutuskan. Cek aplikasi atau hubungi cabang terdekat untuk informasi yang paling berlaku saat ini.

Biaya yang Perlu Kamu Perhatikan

KTA syariah bebas bunga, tapi bukan berarti tanpa biaya. Kamu tetap perlu menghitung semua komponen supaya tidak salah perkiraan. Komponen yang paling besar adalah margin, yang biasanya dihitung flat per bulan. Pada banyak bank, margin berada di kisaran 0,5 hingga 0,9 persen per bulan, tergantung plafon dan tenor. Kalau dihitung setahun, angkanya sekitar 6 hingga 10 persen.

Selain margin, ada biaya administrasi yang biasanya diambil dari plafon pembiayaan. Besarnya sekitar satu sampai dua persen, dengan nilai minimum dan maksimum. Ada juga biaya materai dan premi asuransi jiwa. Asuransi ini wajib pada hampir semua produk pembiayaan multiguna. Kalau jumlah pembiayaanmu besar, premi asuransi ikut besar. Mintalah rincian biaya kepada petugas bank sejak awal supaya tidak kaget saat akad.

Kamu juga perlu memahami soal denda keterlambatan. Di bank syariah, denda dikenakan dan masuk ke rekening dana kebajikan. Denda ini tidak menjadi keuntungan bank, tapi tetap mengurangi uangmu. Jadi, usahakan selalu membayar tepat waktu. Cara lainnya, atur autodebet dari rekening gaji supaya tidak terlewat.

Sebelum menandatangani akad, minta simulasi angsuran dan total pembiayaan secara tertulis. Bandingkan juga dengan alternatif lain. Kalau kebutuhanmu tidak terlalu besar dan kamu punya kartu kredit, skema cicilan 0 kartu kredit bisa jauh lebih murah. Jangan langsung mengambil KTA syariah hanya karena tergiur istilah syariah. Hitung dulu total yang harus kamu bayar.

Terakhir, baca akad dengan teliti. Pastikan margin, biaya administrasi, denda, dan ketentuan pelunasan dipercepat tertulis jelas. Kalau tidak paham istilah seperti murabahah atau wakalah, tanyakan sampai benar-benar mengerti. Jangan menandatangani sesuatu yang belum kamu pahami.

KTA syariah bisa menjadi solusi yang adil kalau kamu butuh dana tanpa agunan dan ingin tetap sesuai prinsip syariah. Kuncinya ada pada perencanaan dan kejujuran dalam menilai kemampuan bayar. Bandingkan beberapa bank, pelajari akadnya, dan hitung total biayanya. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan pembiayaan ini tanpa terjebak angsuran yang mencekik.

Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.

Gen Hebat
Gen Hebat