Kartu Kredit Syariah: Cara Kerja, Biaya, dan Bedanya dengan Konvensional

Kartu kredit syariah sering dianggap sebagai alternatif bebas bunga, padahal pemahaman itu belum lengkap. Kartu kredit syariah adalah kartu yang beroperasi dengan akad ijarah, qardh, dan kafalah, sehingga bank tidak boleh memungut bunga dari sisa utang. Sebagai gantinya, bank menerima ujrah, yaitu biaya sewa bulanan yang disepakati di awal. Kalau kamu telat bayar, kamu tetap kena denda keterlambatan yang disebut ta’widh, dan dana itu wajib disalurkan ke sosial, bukan menjadi pendapatan bank.

Secara fungsi, kartu ini sama seperti kartu kredit biasa. Kamu bisa gesek di merchant, belanja online, atau tarik tunai di ATM selama ada logo Visa, Mastercard, atau jaringan lain. Bedanya, saat bank membayari merchant lebih dulu, transaksi itu dicatat sebagai utang kamu ke bank. Bank dilarang mengambil keuntungan dari utang tersebut. Karena itu, bank memakai skema sewa atas fasilitas kartu agar tetap bisa meraup pendapatan secara syariah.

Kesalahpahaman terbesar adalah mengira kartu kredit syariah otomatis lebih murah. Faktanya, ujrah bulanan bisa berjalan terus meskipun kamu tidak memakai kartu. Iuran tahunan yang gratis belum tentu menutup biaya ujrah yang lebih besar dari bunga kartu konvensional. Maka, sebelum mengajukan, kamu harus paham betul komponen biayanya. Artikel ini akan mengupas cara kerja, biaya, dan perbedaan kartu kredit syariah dengan kartu konvensional secara gamblang.

Akad dan Skema Kartu Kredit Syariah

Kartu kredit syariah berdiri di atas tiga akad utama. Pertama, ijarah, yaitu akad sewa atas manfaat fasilitas kartu. Kedua, qardh, yaitu utang yang muncul saat bank membayari transaksimu ke merchant. Ketiga, kafalah, yaitu jaminan bank ke merchant bahwa tagihanmu akan dilunasi. Kombinasi akad inilah yang membuat produk ini dianggap sesuai prinsip syariah, selama tidak ada riba, gharar, dan maysir.

Fatwa yang menjadi rujukan adalah Fatwa DSN-MUI Nomor 54/DSN-MUI/X/2006 tentang Syariah Card. Dalam fatwa itu diatur bahwa kartu syariah tidak boleh dipakai untuk transaksi haram, tidak boleh menimbulkan riba, dan bank hanya boleh mendapat pendapatan dari ujrah serta fee layanan. Setiap bank yang menerbitkan kartu ini juga wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah yang memastikan operasionalnya sesuai fatwa.

Pada praktik harian, saat kamu gesek di merchant, bank melunasi tagihan lebih dulu. Kamu wajib melunasi utang tersebut sebelum jatuh tempo. Kalau kamu lunas penuh, kamu tetap membayar ujrah bulanan karena kamu sudah menyewa fasilitas kartu. Ini berbeda dengan kartu konvensional yang bebas bunga jika membayar penuh sebelum due date. Biaya sewa pada kartu syariah tetap berjalan, meskipun tagihanmu sudah nol.

Untuk cicilan, bank biasanya memakai akad murabahah, yaitu jual beli dengan harga pokok ditambah keuntungan yang disepakati. Misalnya, kamu membeli laptop seharga 10 juta, bank membelikannya lalu menjualnya ke kamu sebesar 11 juta dengan cicilan 12 bulan. Skema ini halal, tetapi total pembayaranmu jelas lebih mahal. Jadi, jangan menganggap cicilan syariah selalu lebih murah dari cicilan konvensional.

Biaya yang Wajib Kamu Hitung Sebelum Apply

Komponen biaya kartu kredit syariah tidak cuma iuran tahunan. Ada ujrah bulanan yang besarnya bervariasi, mulai dari 25 ribu sampai 150 ribu rupiah per bulan tergantung limit dan kelas kartu. Ujrah ini ditagihkan setiap bulan selama kartu aktif, tanpa peduli kamu pakai atau tidak. Kalau dihitung setahun, biayanya bisa mencapai 300 ribu sampai 1,8 juta rupiah.

Biaya berikutnya adalah tarik tunai. Pada kartu syariah, tarik tunai dikenakan fee flat sekitar 3 sampai 6 persen dari jumlah penarikan. Ujrah bulanan tetap berjalan di atasnya. Kalau kamu sering tarik tunai, biayanya bisa sangat besar. Idealnya, kartu kredit syariah digunakan untuk belanja, bukan untuk pinjaman tunai darurat. Untuk kebutuhan tunai, KTA syariah atau produk pembiayaan lain bisa lebih murah.

Ada juga biaya keterlambatan yang disebut ta’widh. Besarannya biasanya 1 sampai 5 persen dari total tagihan, dengan minimal nominal tertentu. Meski dananya disalurkan ke lembaga sosial, kamu tetap kehilangan uang. Ada pula biaya over limit, biaya cetak tagihan, dan biaya penggantian kartu. Semua biaya ini wajib kamu baca di tabel simulasi yang dipublikasikan bank sebelum kamu tanda tangan aplikasi.

Keuntungan struktur biaya syariah adalah kepastian. Ujrah tidak berubah mengikuti saldo, jadi kamu bisa menghitung total biaya tahunan di muka. Tidak ada bunga berjalan yang membuat tagihan membengkak diam-diam. Namun transparansi ini hanya berguna kalau kamu disiplin membayar tepat waktu. Kalau telat, denda dan penalti tetap bisa membuat tagihan membengkak.

Perbedaan Kartu Kredit Syariah dan Konvensional

Perbedaan utama terletak pada sumber pendapatan bank. Kartu konvensional mengambil keuntungan dari bunga, baik dari saldo belum dibayar maupun bunga tarik tunai harian. Kartu syariah mengambil keuntungan dari ujrah, fee layanan, dan margin akad jual beli. Dari sisi tagihan bulanan, keduanya terlihat mirip: ada tanggal jatuh tempo, minimum payment, dan rincian transaksi.

Perbedaan kedua adalah perlakuan denda. Bank konvensional membukukan denda sebagai pendapatan. Bank syariah wajib menyalurkannya ke sosial. Perbedaan ketiga adalah batasan penggunaan. Kartu syariah tidak bisa digunakan untuk transaksi judi, minuman keras, atau produk yang diharamkan. Batasan ini tersistem pada merchant code, jadi tidak bisa ditawar.

Dari sisi fitur, sebagian besar kartu syariah sudah mendukung contactless, e-commerce, dan promo cicilan. Tapi hati-hati dengan istilah “0 persen” di kartu syariah. Itu tidak berarti gratis biaya. Biasanya biaya administrasi dibungkus dalam harga barang atau biaya flat di awal. Selalu tanya berapa total margin atau ujrah sebelum mengambil promo cicilan, agar tidak terkecoh dengan label syariah.

Perbedaan keempat ada pada target nasabah. Kartu konvensional bisa dimiliki siapa saja dengan skor kredit baik. Kartu syariah juga terbuka untuk semua kalangan, tetapi lebih banyak dipilih mereka yang ingin menghindari riba. Keuntungan utama produk ini adalah kepatuhan syariah, bukan penghematan biaya. Kalau tujuanmu mencari biaya termurah, kartu konvensional dengan promo sering kali lebih unggul.

Cara Memilih Kartu Kredit Syariah Sesuai Kebutuhanmu

Pertama, lihat pola pengeluaranmu. Kalau kamu hanya butuh kartu untuk transaksi rutin dan selalu membayar penuh, pilih kartu dengan ujrah bulanan terendah. Iuran tahunan gratis memang menarik, tetapi ujrah 100 ribu per bulan sama dengan 1,2 juta setahun. Cari yang ujrahnya di kisaran 25 ribu sampai 50 ribu untuk pemakaian ringan.

Kedua, kalau kamu sering mencicil, bandingkan margin cicilan antar bank. Cicilan di merchant rekanan biasanya lebih murah karena ada subsidi dari merchant. Hindari cicilan di luar merchant rekanan karena marginnya bisa lebih tinggi dari bunga kartu konvensional. Untuk pinjaman tunai yang besar, kartu kredit syariah bukan pilihan terbaik. Pertimbangkan KTA syariah yang akadnya lebih jelas dan biayanya bisa lebih rendah.

Ketiga, perhatikan minimum payment. Pada kartu syariah, minimum payment biasanya 5 persen dari tagihan atau minimal 100 ribu. Kalau kamu hanya membayar minimum, tidak ada bunga berjalan, tetapi ujrah bulanan tetap berjalan. Dalam jangka panjang, melunasi penuh selalu lebih murah. Membayar minimum adalah jebakan yang bikin biaya tahunan kartu terasa mahal.

Keempat, bandingkan bank penyedia. Bank Syariah Indonesia punya Hasanah Card dengan varian Silver, Gold, Platinum, dan Classic. Bank Mega Syariah punya Garuda Card dan Ummat Card. CIMB Niaga Syariah juga punya produk dengan skema ijarah. Setiap bank punya limit maksimum, syarat penghasilan, dan program poin yang berbeda. Poin di kartu syariah biasanya lebih kecil dibandingkan kartu konvensional, jadi jangan berharap banyak dari reward.

Syarat Pengajuan dan Dokumen yang Disiapkan

Syarat pengajuan kartu kredit syariah hampir sama dengan kartu kredit biasa. Kamu harus berusia minimal 21 tahun, berpenghasilan tetap minimal 3 juta per bulan, dan punya rekening aktif. Dokumen yang dibutuhkan adalah KTP, NPWP, slip gaji dua atau tiga bulan terakhir, dan mutasi tabungan. Untuk wiraswasta, biasanya diminta SIUP, NIB, dan laporan keuangan sederhana. Proses approval umumnya memakan waktu 5 sampai 14 hari kerja.

Kalau kamu belum punya penghasilan tetap, kartu kredit syariah kemungkinan besar sulit disetujui. Kamu bisa mencoba sebagai pemegang kartu tambahan dari keluarga yang sudah punya kartu utama. Tapi ingat, pemegang kartu utama menanggung seluruh tagihan dan risiko. Sebelum apply, pastikan riwayat kreditmu di SLIK OJK bersih. Riwayat macet bikin pengajuan ditolak, meskipun penghasilanmu besar.

Hindari mengajukan ke banyak bank sekaligus. Setiap pengajuan tercatat sebagai inquiry di SLIK dan bisa menurunkan skor kredit. Ajukan maksimal ke dua bank yang paling mungkin menyetujui. Kalau ditolak, tunggu tiga bulan sebelum mencoba lagi. Setelah kartu aktif, segera catat tanggal jatuh tempo dan pasang autodebit agar tidak telat bayar.

Kartu Kredit Syariah Cocok Buat Siapa?

Kartu kredit syariah cocok untuk kamu yang ingin memakai kartu kredit tanpa berurusan dengan riba. Produk ini pas untuk transaksi belanja harian, langganan digital, booking tiket, dan kebutuhan perjalanan. Kalau kamu selalu membayar tagihan penuh dan tidak pernah tarik tunai, kartu syariah bisa menggantikan kartu konvensional tanpa banyak perbedaan biaya. Ketenangan dan kepatuhan syariah menjadi keuntungan utamanya.

Namun, kalau kamu mencari kartu dengan biaya termurah dan benefit terbesar, kartu konvensional biasanya menang. Kalau kamu sering butuh pinjaman tunai atau mencicil barang elektronik, KTA syariah atau kredit multiguna syariah bisa jauh lebih murah. Jangan memaksakan diri memakai kartu syariah hanya karena tren. Lebih baik memahami akad dan biayanya dulu sebelum memutuskan.

Kartu kredit syariah adalah produk yang transparan, tetapi bukan kartu murah dan bukan kartu ajaib. Selama kamu disiplin membayar, kartu ini nyaman digunakan dan memberikan ketenangan sesuai prinsip syariah. Sebelum apply, hitung ujrah tahunan, baca simulasi biaya, dan bandingkan dengan produk lain. Dengan begitu, kamu memilih berdasarkan angka, bukan sekadar label.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam soal pembiayaan syariah, artikel tentang KTA syariah membahas akad, margin, dan bank penyedia dengan lebih detail. Untuk kebutuhan modal usaha, perbandingan KTA vs KUR bisa membantumu memilih skema yang lebih murah. Sedangkan kalau kamu sedang mempertimbangkan kartu untuk traveling, referensi kartu kredit untuk travel bisa jadi pelengkap sebelum kamu memutuskan produk mana yang paling sesuai.

Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.

Gen Hebat
Gen Hebat