Dua e-wallet paling besar di Indonesia — GoPay dan OVO — ternyata punya biaya admin yang sama buat transfer ke bank: Rp2.500 per transaksi. Tapi jangan buru-buru bilang setara. Kalau kamu rutin transfer antar e-wallet tiap bulan, perbedaan limit transfer gratis bisa bikin pengeluaranmu kena potongan tanpa sadar.
Pernah nggak ngerasa saldo berkurang sendiri? Bisa jadi biaya admin yang ngumpul. Artikel ini kita bahas biaya admin GoPay vs OVO secara konkret — plus simulasi berapa yang benar-benar keluar dari dompet kamu.
GoPay vs OVO: Sekilas Perbandingan Biaya Admin
GoPay dan OVO sama-sama kenakan biaya admin kalau kamu transfer saldo ke rekening bank. Ini bukan biaya langganan bulanan — cuma muncul setiap kali kamu tarik uang keluar.
Bedanya ada di limit transfer gratis. GoPay kasih batas Rp250.000 per bulan untuk transfer gratis ke bank — kalau lebih dari itu, sisanya kena Rp2.500 per transfer. Sementara OVO nggak punya limit transfer gratis ke bank sama sekali, jadi setiap transfer ke rekening pasti kena biaya admin.
Buat yang sering transfer sesama pengguna — GoPay ke GoPay atau OVO ke OVO — keduanya gratis. Biaya cuma muncul kalau uang keluar dari e-wallet ke rekening bank.
Tabel Biaya Admin GoPay vs OVO
| Jenis Transaksi | GoPay | OVO | Catatan |
|---|---|---|---|
| Transfer ke bank (di bawah limit) | Rp0 | Rp2.500 | GoPay gratis sampai Rp250.000/bulan (per Mei 2026) |
| Transfer ke bank (melebihi limit) | Rp2.500 | Rp2.500 | Biaya per transfer (per Mei 2026) |
| Transfer sesama e-wallet | Rp0 | Rp0 | GoPay ke GoPay dan OVO ke OVO gratis (per Mei 2026) |
| Limit transfer gratis ke bank | Rp250.000/bulan | Tidak ada | GoPay (per Mei 2026) |
Catatan: Biaya bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing e-wallet. Cek situs resmi terbaru sebelum transaksi.
Simulasi Biaya Admin: Berapa yang Keluar Sebenarnya?
Angka di tabel penting, tapi yang lebih penting itu berapa yang benar-benar kamu bayar sebulan. Kita simulasi tiga profil pengguna.
| Profil | Frekuensi Transfer ke Bank | Nominal per Transfer | Total Transfer | Biaya Admin GoPay | Biaya Admin OVO |
|---|---|---|---|---|---|
| Ringan | 2x sebulan | Rp200.000 | Rp400.000 | Rp0 | Rp5.000 |
| Sedang | 5x sebulan | Rp300.000 | Rp1.500.000 | Rp12.500 | Rp12.500 |
| Berat | 10x sebulan | Rp500.000 | Rp5.000.000 | Rp25.000 | Rp25.000 |
Profil ringan — dua kali transfer Rp200.000 — totalnya Rp400.000. Masih di bawah limit GoPay Rp250.000? Belum, karena dua transfer berarti dua transaksi. Tapi kalau digabung jadi satu transfer Rp400.000, itu langsung kena biaya. Angka di tabel asumsikan transfer terpisah. Buat profil ringan yang pindahin total Rp400.000 dalam dua kali transfer, GoPay masih bisa gratis kalau total bulanan nggak lewat Rp250.000 — tapi di sini totalnya Rp400.000, jadi GoPay kena biaya untuk kelebihan Rp150.000-nya. Dua transfer, satu gratis satu kena — total Rp2.500. OVO? Langsung kena Rp5.000.
Profil sedang dan berat — di sini biaya adminnya sama: Rp12.500 dan Rp25.000. Soal siapa yang lebih murah, jawabannya tergantung seberapa sering kamu transfer dan berapa nominalnya.
Kalau kamu cuma transfer kecil dan jarang, GoPay lebih hemat. Tapi kalau kamu rutin tarik duit dalam jumlah besar, biaya admin kedua e-wallet nyaris sama.
Tips Menghindari Biaya Admin GoPay dan OVO
1. Pakai QRIS untuk Pembayaran
Daripada transfer saldo ke bank lalu pakai ATM, langsung pakai QRIS di merchant yang mendukung. Kamu bisa bayar pakai saldo GoPay atau OVO tanpa biaya admin sama sekali. Cek panduan QRIS untuk bisnis dan UMKM buat lihat siapa saja yang udah support.
2. Gabungkan Transfer Jadi Sekali Kalah
Daripada transfer lima kali sebulan, kumpulkan duitnya dan transfer sekali. Biaya admin dihitung per transaksi, bukan per nominal. Satu transfer Rp1.000.000 cuma kena satu biaya admin.
3. Manfaatkan Limit Transfer Gratis GoPay
Kalau kamu pakai GoPay, pastikan total transfer ke bank nggak lewat Rp250.000 per bulan. Kalau lebih, sisanya baru kena biaya. Atur jadwal transfer biar tetap di bawah limit.
4. Pakai Transfer Sesama E-Wallet
Kalau kamu dan teman sama-sama pakai GoPay atau OVO, transfer langsung antar e-wallet — gratis tanpa biaya admin. Ini paling efisien kalau kamu sering kirim uang ke orang yang satu platform.
5. Cek Biaya Admin Sebelum Transaksi
Sebelum klik transfer, cek dulu estimasi biaya admin yang muncul di aplikasi. Kalau ternyata lebih mahal dari yang kamu kira, tunda atau cari alternatif lain. Baca juga daftar lengkap biaya admin e-wallet 2026 buat perbandingan yang lebih luas.
Kesimpulan: Mana yang Lebih Murah untuk Kamu?
GoPay lebih murah buat pengguna ringan yang total transfernya di bawah Rp250.000 per bulan — kamu bisa manfaatkan limit gratis. Tapi kalau kamu rutin tarik duit dalam jumlah besar, biaya admin GoPay dan OVO nyaris sama. Pilihannya bukan soal mana yang lebih murah, tapi mana yang lebih cocok dengan pola transaksi kamu.
Kalau kamu sering bayar pakai QRIS atau transfer sesama e-wallet, biaya admin nggak jadi masalah karena keduanya gratis. Tapi buat yang sering tarik tunai ke rekening, perhatikan limit dan frekuensi transfer — itu kunci biar nggak kebablasan potongan.
Buat yang mau lihat lebih dalam soal fitur dan biaya lainnya, bisa baca review lengkap GoPay atau cek juga cara transfer antar e-wallet biar makin hemat.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







