Beli mobil baru artinya kamu harus pilih asuransi. Dua opsi yang paling sering muncul: All Risk dan TLO (Total Loss Only). sales di dealer pasti rekomendasiin All Risk karena komisi lebih besar. Kamu? Belum tentu butuh itu.
Ini bedanya:
All Risk: Menanggung Segala Macam Kerusakan
Sesuai namanya, All Risk cover hampir semua jenis kerusakan — tabrakan, kecurian, banjir, batu jatuh, bahkan salah kirim.
Pertimbangkan ini sebelum decide:
- Harga premium: biasanya 2-3x lipat lebih mahal dari TLO. Untuk mobil Rp200 juta, tahunan bisa Rp3-5 juta.
- Klaim mudah: kerusakan kecil pun bisa diklaim. Tapi klaim banyak = premi naik di renewal.
- Vale parking: kalau kamu sering parkir di mall atau tempat rame, risiko goresan atau dent kecil itu real. All Risk handle ini.
TLO: Baru Ditanggung Kalau Mobil Hilang atau Rusak Parah
TLO cuma bayar kalau mobil kamu total loss — hilang dicuri atau rusak 75%+. Kerusakan kecil kayak goresan pintu atau bumper penyok? Anda sendiri.
Minus yang sering nggak dibaca orang:
- Selisih nominal: kerusakan minor yang kamu biarkan sendiri bisa cost Rp500rb-Rp2 juta per incident. TLO nggak cover ini.
- Risiko under-insurance: mobil turun harga, tapi kamu nggak pernah adjust sum insured. Bisa dapat kurang dari nilai pasar saat klaim.
- Komunikasi dengan adjuster: saat klaim TLO, perusahaan akan argumentasiin apakah kerusakan sudah mencapai ambang 75% atau belum. Proses ini bisa molor berminggu-minggu.
Kapan All Risk Masuk Akal
Kamu butuh All Risk kalau:
- Mobil masih di bawah 3 tahun — nilai jual masih tinggi, premium masih worth it
- Parkir di tempat yang nggak aman — street parking, parkiran basement yang rame
- Kamu newbie driver — risiko goresan dan dent statistically lebih tinggi
- Mobil dibeli lewat kredit — leasing biasanya require comprehensive insurance
Kapan TLO Sudah Cukup
TLO masuk akal kalau:
- Mobil di atas 5 tahun — nilai pasar udah turun, premium All Risk jadi nggak proporsional
- Mobil second dengan kondisi sudah bagus dan kamu tahu persis sejarah perawatannya
- Parkir selalu di garage pribadi — risiko kerusakan minor rendah
- Budget terbatas dan kamu ok menanggung minor repair sendiri
Angka yang Sering Dicuekin Orang
Contoh kalkulasi sederhana:
- Mobil valued Rp250 juta. All Risk premium ≈ Rp4-6 juta/tahun. TLO ≈ Rp1,5-2 juta/tahun.
- Selisih: ~Rp3-4 juta/tahun.
- Pertanyaan: berapa kali kamu repair mobil di bawah Rp3 juta per tahun? Kalau jawabannya “jarang” — TLO lebih masuk akal. Kalau “sering” — All Risk sudah paid for itself.
Plus consideration: klaim All Risk itu ada excess — biaya yang harus kamu tanggung sendiri per klaim, biasanya Rp300-500rb. Nggak semua orang tau ini sampai mereka klaim.
Kesimpulan
Nggak ada yang selalu lebih bagus. Yang ada: yang lebih cocok untuk situasi kamu.
All Risk → mobil baru, risiko kerusakan tinggi, protection-minded.
TLO → mobil tua, parkir aman, comfortable with self-funded minor repairs.
Kalau dealer push All Risk tanpa penjelasan beda — itu bukan advice, itu upsell.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.








