Kredit Tanpa Agunan (KTA) menawarkan plafon mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta, dengan tenor 12–60 bulan. Rentang ini bukan angka pasti—approval tergantung skor SLIK dan penghasilan kamu. Bunga flat yang umum berkisar 0,79%–1% per bulan setara ~10%–15% per tahun, meski banyak yang salah hitung karena beda bunga flat dan efektif.
Rentang Plafon KTA di Bank Besar Indonesia
Plafon KTA bukan satu angka seragam. Tiap bank menetapkan batas atas dan bawah berdasarkan profil risiko nasabah. Bank besar seperti DBS, Permata, Standard Chartered, dan OK Bank menawarkan plafon hingga Rp300 juta, sementara BCA mematok batas lebih rendah di Rp100 juta. Shinhan Bank menawarkan rentang Rp5–200 juta, dan OK Bank paling lebar dari Rp3 juta hingga Rp300 juta.
Kenapa plafon bervariasi begitu jauh? Bank menghitung kemampuan bayar dari penghasilan bulanan dan riwayat kredit di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Kalau penghasilan kamu Rp5 juta per bulan, bank besar seperti DBS akan memproses aplikasi—tapi plafon yang disetujui bisa jauh lebih rendah dari Rp300 juta kalau skor kredit kamu belum kuat.
Perbandingan Plafon dan Bunga per Bank
| Bank | Plafon | Tenor | Bunga |
|---|---|---|---|
| OK Bank | Rp3–300 juta | Hingga 60 bulan | Mulai 0,79%/bulan |
| DBS (Digibank KTA Instan) | Hingga Rp300 juta | — | Mulai 0,88% flat/bulan |
| Permata | Hingga Rp300 juta | — | Mulai 0,99%/bulan |
| Standard Chartered | Hingga Rp300 juta | Hingga 60 bulan | — |
| Shinhan Bank | Rp5–200 juta | 12–60 bulan | Flat (kebijakan bank) |
| BCA (Pinjaman Personal) | Hingga Rp100 juta | — | Mulai 1%/bulan |
| Maybank | — | — | Mulai 0,89%/bulan |
Catatan: bunga flat berarti perhitungan bunga dari saldo awal pinjaman, bukan saldo terbayar. Ini penting karena total bunga flat jauh lebih tinggi dari bunga efektif jika dihitung ulang.
Tenor KTA: 12 hingga 60 Bulan, Apa Bedanya?
Tenor KTA umumnya tersedia dari 12 bulan hingga 60 bulan (1–5 tahun). Shinhan Bank secara eksplisit menawarkan 12–60 bulan, OK Bank hingga 60 bulan, dan Standard Chartered juga hingga 60 bulan. Tenor lebih panjang mengurangi cicilan bulanan, tapi total bunga yang kamu bayar jauh lebih besar karena akumulasi bunga flat selama periode tersebut.
Mekanismena: bank membebankan bunga flat dari plafon awal. Misalnya pinjaman Rp50 juta dengan bunga 0,99% flat per bulan selama 60 bulan berarti total bunga = Rp50 juta × 0,99% × 60 = Rp29,7 juta. Cicilan bulanan = (Rp50 juta + Rp29,7 juta) ÷ 60 = ~Rp1,33 juta. Kalau tenor dipersingkat jadi 24 bulan, total bunga turun drastis menjadi ~Rp11,88 juta, tapi cicilan naik jadi ~Rp2,58 juta.
Kenapa bank menawarkan tenor panjang? Karena KTA tanpa agunan punya risiko gagal bayar lebih tinggi. Tenor panjang mengurangi beban bulanan sehingga nasabah lebih mampu bayar—tapi bank tetap untung dari total bunga yang lebih besar. Ini konsekuensi yang perlu kamu hitung sebelum memilih tenor.
Bunga Flat vs Efektif: Kenapa Banyak yang Salah Hitung
Bunga flat 0,79% per bulan di OK Bank terdengar kecil—tapi itu dihitung dari saldo awal, bukan saldo terbayar. Bunga efektif yang lebih mencerminkan biaya riil bisa dua kali lipat dari angka flat. Kalau OK Bank menawarkan 0,79% flat per bulan selama 60 bulan, total bunga flat = 47,4% dari plafon. Bunga efektif riilnya bisa mendekati 15%–16% per tahun.
Kesalahan umum: banyak orang membandingkan bunga flat KTA dengan bunga efektif pinjaman yang lain. Hasilnya KTA terlihat lebih murah padahal tidak. Selalu tanyakan ke bank berapa total pengembalian (total bayar dikurangi plafon) agar bisa dibandingkan secara apples-to-apples.
Biaya Tambahan yang Sering Tersembunyi
Selain bunga, KTA biasanya membebankan biaya provisi dan administrasi. Shinhan Bank secara eksplisit mencantumkan biaya provisi 1%. Biaya ini dipotong langsung dari plafon yang diterima—jadi kalau kamu ajukan Rp50 juta, yang masuk rekening bisa kurang dari itu. Permata menawarkan perlindungan asuransi KTA, yang berarti ada premi asuransi yang juga masuk dalam biaya total.
Kenapa ini penting? Karena biaya tambahan meningkatkan biaya riil pinjaman di luar bunga flat. Kalau kamu menghitung total cost of loan, masukkan provisi, administrasi, dan premi asuransi ke dalam perhitungan. Kalau tidak, kamu akan kaget saat melihat total cicilan aktual.
Apa yang Terjadi Kalau Gagal Bayar: Restrukturisasi
Gagal bayar KTA punya konsekuensi serius. Bank bisa menolak pengajuan baru tanpa negosiasi, atau menawarkan bunga jauh di atas normal kalau kamu sudah punya riwayat macet di SLIK. Skor kredit di SLIK sangat menentukan approval dan rate—kalau skor kamu buruk, plafon sering dipangkas dari yang diajukan atau aplikasi langsung ditolak.
Kalau kamu sudah terlanjur kesulitan bayar, solusi yang tersedia adalah restrukturisasi. Ini berarti bank memperpanjang tenor dan mengecilkan cicilan bulanan—tapi total bunga yang kamu bayar akan lebih besar karena tenor memanjang. Restrukturisasi bukan pengurangan utang, hanya penjadwalan ulang agar cicilan lebih terjangkau.
Yang Menentukan Plafon dan Tenor yang Kamu Dapat
Tiga faktor utama menentukan berapa plafon dan tenor yang disetujui: skor SLIK, penghasilan bulanan, dan usia. DBS mensyaratkan penghasilan minimal Rp5 juta per bulan dengan limit KK minimal Rp7,5 juta. BCA lebih rendah di Rp2,5 juta untuk Jabodetabek. Maybank di Rp4 juta per bulan. Usia umumnya 21–55 tahun.
Kenapa penghasilan penting? Karena bank menghitung Debt-to-Income ratio—cicilan KTA tidak boleh melebihi persentase tertentu dari penghasilan bulanan. Kalau penghasilan kamu Rp5 juta, bank mungkin hanya setujui cicilan maksimal Rp2 juta per bulan, yang membatasi plafon dan tenor yang bisa kamu dapatkan.
Sebelum ajukan KTA, cek dulu skor SLIK kamu di OJK. Kalau skornya buruk, plafon yang disetujui akan jauh lebih rendah dari batas maksimal bank—atau aplikasi ditolak sama sekali. Ini lebih efektif daripada apply ke banyak bank sekaligus, karena setiap penolakan tercatat dan memperburuk skor kamu.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.








