Perbandingan bunga paylater Shopee, Kredivo, dan Akulaku jadi penentu saat kamu checkout Rp2.000.000 lalu lupa bayar sampai lewat 30 hari. Tagihan yang awalnya terlihat ringan bisa bengkak karena bunga cicilan tetap jalan ditambah denda telat harian.
Perbandingan bunga paylater adalah cara menghitung total beban dari tiga komponen yang sama: bunga cicilan, denda telat, dan biaya penagihan. Kalau kamu telat 1 bulan, yang paling menentukan bukan bunga awalnya, tapi seberapa cepat denda menumpuk setelah jatuh tempo.
Jawaban cepatnya begini. Untuk transaksi Rp2.000.000 yang telat 30 hari, total yang harus kamu bayar biasanya jadi Rp2.150.000 sampai Rp2.350.000 tergantung platform, tenor yang kamu pilih, dan kapan kamu bayar. Selisih antar platform bisa Rp100.000 sampai Rp200.000 untuk nominal yang sama.
Angka pastinya berubah sesuai kebijakan masing-masing aplikasi saat ini, jadi selalu cek halaman syarat dan ketentuan di aplikasimu sebelum bayar. Yang tidak berubah adalah rumusnya dan urutan kejadiannya, dan itu yang akan kita bedah dengan satu skenario yang sama.
Jawaban cepat: telat 30 hari bayar berapa?
Bayangkan kamu ambil tenor 1 bulan untuk belanja Rp2.000.000, lalu tidak bayar sama sekali sampai hari ke-30 setelah jatuh tempo. Kamu tetap wajib bayar pokok Rp2.000.000 plus bunga bulan berjalan, lalu ditambah denda telat yang dihitung per hari.
Dalam skenario ini, Shopee Paylater, Kredivo, dan Akulaku ketiganya memakai pola yang mirip: bunga di depan, denda di belakang. Bedanya ada di tarif denda harian, apakah ada biaya penagihan tambahan, dan apakah limit langsung dibekukan.
| Platform | Beban normal | Tambahan telat 30 hari |
|---|---|---|
| Shopee Paylater | pokok + bunga cicilan | denda harian + risiko limit dibekukan |
| Kredivo 30 hari | pokok + bunga, bisa nol jika lunas tepat waktu | denda harian + penagihan bertahap |
| Akulaku | pokok + bunga cicilan | denda harian + biaya penagihan |
Kredivo tipe 30 hari terasa lebih ringan kalau kamu bayar tepat waktu karena bunganya bisa sangat kecil. Tapi begitu telat, keunggulannya hilang karena denda harian langsung menggantikan posisi bunga.
Simulasi Rp2 juta telat 30 hari biar apel lawan apel
Kita pakai satu transaksi yang sama agar adil: belanja Rp2.000.000, tenor pendek, telat 30 hari kalender setelah jatuh tempo. Ini bukan tagihan resmi, ini ilustrasi cara hitung yang bisa kamu tiru di aplikasimu.
Rumus yang dipakai ketiga platform pada dasarnya sama: total bayar sama dengan pokok ditambah bunga cicilan ditambah denda telat ditambah biaya penagihan jika ada. Kalau salah satu komponen tidak ada di tagihanmu, coret saja dari hitungan.
Untuk cara kerja paylater secara umum, bunga dihitung dari pokok dikali tarif dikali tenor, sedangkan denda dihitung dari sisa tagihan telat dikali tarif denda dikali jumlah hari telat. Dua mesin ini berjalan terpisah, jadi telat membuat kamu kena dua kali. Pelajari polanya di cara kerja paylater agar tidak kaget.
| Komponen | Cara hitung | Contoh Rp2 juta |
|---|---|---|
| Pokok | nilai checkout | Rp2.000.000 |
| Bunga cicilan | pokok x tarif tenor | Rp40.000–Rp60.000 |
| Denda 30 hari | sisa telat x tarif harian x 30 | Rp100.000–Rp250.000 |
Dengan rentang ilustrasi di atas, total akhir untuk Rp2.000.000 yang telat 30 hari jatuh di kisaran Rp2.140.000 sampai Rp2.310.000. Kalau aplikasimu menampilkan angka di luar rentang ini, kemungkinan ada biaya layanan atau biaya penagihan yang belum kamu masukkan.
Cara pakainya sederhana. Buka rincian tagihan di aplikasi, catat bunga cicilanmu, catat tarif denda harianmu, lalu kalikan dengan 30. Itulah total cost versi tagihanmu sendiri, bukan versi brosur.
Kenapa totalnya beda padahal pokoknya sama?

Karena ketiga platform tidak memakai mesin denda yang identik. Ada yang dendanya dihitung dari total tagihan, ada yang dari sisa pokok telat, dan ada yang menambahkan biaya penagihan setelah beberapa hari.
Shopee Paylater biasanya terasa ketat di awal telat karena notifikasi dan limit langsung terganggu. Denda berjalan harian, dan kalau kamu punya cicilan tenor panjang, bunga tenor panjang itu tetap wajib lunas walau kamu sudah kena denda.
Kredivo punya dua wajah. Tipe bayar dalam 30 hari murah di awal, tapi denda telatnya jalan cepat. Tipe cicilan 3 sampai 12 bulan bunganya sudah dikunci di awal, jadi telat 1 bulan menambah denda di atas cicilan yang bunganya sudah pasti.
Akulaku sering menambah unsur biaya layanan dan biaya penagihan di luar denda. Nominal dendanya terlihat mirip, tapi total akhirnya bisa lebih tinggi kalau penagihan berlanjut sampai minggu ketiga atau keempat.
Intinya, jangan bandingkan persen bunga saja. Bandingkan total rupiah setelah 30 hari dengan rumus yang sama. Bunga rendah tidak otomatis menang kalau tarif denda hariannya lebih agresif.
Grace period dan apa yang terjadi setelah telat
Tidak ada masa tenggang resmi yang bisa kamu andalkan. Sebagian pengguna melaporkan masih bisa bayar 1 sampai 2 hari setelah jatuh tempo tanpa penagihan intensif, tapi denda sistem biasanya tetap tercatat sesuai ketentuan aplikasi.
Minggu pertama telat isinya pengingat otomatis lewat aplikasi, SMS, dan telepon. Pada fase ini limit biasanya dibekukan sementara, jadi kamu tidak bisa checkout atau tarik dana baru sampai tunggakan lunas.
- Hari ke-1 sampai ke-7: denda mulai jalan, pengingat otomatis masuk tiap hari, limit dibekukan.
- Hari ke-8 sampai ke-30: penagihan manusia mulai hubungi, total denda makin terlihat, risiko skor kredit tercatat.
- Lewat 30 hari: tunggakan masuk kategori macet awal, penagihan lebih intensif, peluang restrukturisasi makin kecil.
Yang paling mahal bukan cuma rupiahnya. Keterlambatan paylater yang dilaporkan ke SLIK bisa menurunkan skor kreditmu dan menyulitkan apply KPR, KTA, atau kartu kredit vs paylater di kemudian hari. Kalau kamu sudah telat, cek statusmu lewat cek SLIK OJK sendiri setelah lunas.
Kalau kamu sudah lewat 30 hari, lunasi pokok plus denda yang tampil di aplikasi secepat mungkin, lalu simpan bukti bayar. Jangan mencicil denda sedikit demi sedikit tanpa kepastian tertulis karena denda harian tetap jalan selama sisa tunggakan belum nol.
Kalau X, pilih A: keputusan paling hemat
Kalau kamu belum telat dan baru mau pilih platform untuk belanja Rp2 jutaan tenor pendek, pilih yang bunganya terkecil dan yang kamu yakin bisa bayar sebelum jatuh tempo. Kredivo 30 hari sering menang di skenario ini, asal disiplin.
Kalau kamu sudah tahu bakal telat 1 bulan karena gaji mundur, pilih platform dengan denda harian terkecil dan tanpa biaya penagihan tambahan. Cek angka ini di simulasi tagihan sebelum checkout, bukan setelah telat. Selisih Rp100.000 lumayan buat ongkos sebulan.
Kalau kamu sudah telat jalan 2 minggu, berhenti membandingkan bunga. Fokus ke total pelunasan hari ini. Bayar platform yang dendanya berjalan paling cepat lebih dulu, lalu tutup yang lain sebelum masuk hari ke-30.
Keputusan akhirnya sederhana. Tidak ada paylater yang murah kalau telat. Yang ada hanya mana yang dendanya paling lambat menggerus dompetmu, dan seberapa cepat kamu menghentikannya.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







