Bisa. Kamu boleh mengajukan keringanan pembayaran ke Adapundi, yang kini dikenal dengan nama AdaKami, kapan saja angsuran berikutnya terasa berat. Tapi satu hal perlu diluruskan di depan: keringanan pembayaran itu permintaan yang dinilai, bukan hak otomatis yang pasti dikabulkan. Tidak ada aturan yang memaksa sebuah platform menyetujui pengajuan tertentu, dan OJK pun tidak menjamin hasilnya. Yang bisa dilakukan platform adalah menilai berdasarkan data yang kamu kirim. Karena itu, ajukan lebih awal dan jangan tunggu sampai tunggakan menumpuk.
Bisa Nggak? Keringanan Pembayaran Itu Hak atau Permintaan?
Hubungan kamu dengan platform pendanaan bersama diatur dalam POJK No. 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Regulasi itu tidak memuat mekanisme restrukturisasi yang mengikat dan memaksa platform menyetujui pengajuan tertentu. Yang dituangkan adalah kewajiban umum: transparansi informasi, perlindungan konsumen, penagihan yang etis, dan pemberitahuan sebelum penagihan lanjutan.
Artinya, skema keringanan adalah kebijakan internal masing-masing platform. Kamu tidak bisa menuntut restrukturisasi hanya karena merasa berhak, sebab tidak ada hak otomatis yang melekat pada sebuah permintaan. Sebaliknya, setiap platform berizin wajib punya prosedur terdokumentasi untuk menangani pinjaman bermasalah, dan tim mereka menilai pengajuan berdasarkan kelengkapan informasi.
Yang menentukan adalah posisi negosiasimu. Kalau angsuranmu masih terbayar dengan baik, tim mereka punya ruang untuk membantu. Kalau tunggakan sudah menumpuk, ruang itu menyempit. Itu bukan berarti berhenti mencoba, tapi berarti datang dengan rencana yang masuk akal.
Dua Bentuk yang Bisa Diminta: Penundaan dan Perpanjangan Tenor
Restrukturisasi di platform pinjaman online umumnya punya dua bentuk yang paling sering ditanyakan. Penundaan berarti jadwal pembayaran digeser beberapa waktu, lalu kembali ke jalur angsuran biasa. Perpanjangan tenor berarti masa bayar dipecah lebih panjang sehingga angsuran bulanan mengecil. Keduanya sama-sama mengurangi beban bulan ini, tapi berbeda dampaknya ke total biaya.
| Aspek | Penundaan | Perpanjangan Tenor |
|---|---|---|
| Apa itu | Jadwal bayar digeser sementara, lalu kembali seperti semula | Tenor dipecah lebih panjang, angsuran bulanan jadi lebih kecil |
| Cocok untuk | Tunggakan masih satu sampai dua bulan, masalahnya sementara | Tunggakan menumpuk, kondisi keuangan berubah cukup lama |
| Efek ke total biaya | Lebih murah, tapi angsuran berikutnya jadi lebih berat | Lebih mahal, total bunga dan biaya bertambah seiring tenor |
| Risiko utama | Bulan berikutnya bisa langsung menumpuk dua tagihan | Tenor panjang tidak pernah benar-benar berakhir |
Pilihan mana yang lebih sesuai bergantung pada akar masalahnya. Kalau kendalanya sementara, misalnya gaji terlambat sebulan atau ada pengeluaran mendadak, penundaan lebih masuk akal karena tidak menambah total biaya. Kalau kendalanya struktural, seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan yang belum ada kepastiannya, perpanjangan tenor lebih realistis karena membuat angsuran benar-benar masuk anggaran bulanan.
Cara menyampaikan rencana juga berpengaruh. Layanan seperti ini biasanya lebih terbuka kalau kamu sudah tahu bentuk apa yang kamu minta, berapa lama penundaannya, dan berapa nominal yang masih bisa kamu tanggung. Pembacaranya bisa kamu baca di panduan cara restrukturisasi pinjaman Adapundi sebelum mengirim pesan.
Syarat yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengajukan
Penilaian di platform berjalan di atas kelengkapan data, bukan niat baik. Empat hal ini sebaiknya kamu siapkan sebelum menghubungi customer service.
- Nomor tagihan dan sisa baki debet. Buka halaman detail pinjamanmu, lalu catat sisa tagihan yang masih terutang dan angsuran yang jatuh tempo berikutnya.
- Alasan yang jelas dan singkat. Kehilangan pendapatan, masalah kesehatan, naiknya biaya sekolah, atau keadaan lain yang bisa kamu jelaskan dalam dua kalimat.
- Rencana yang spesifik. Butuh penundaan tiga bulan atau perpanjangan tenor menjadi enam bulan? Usulan yang jelas jauh lebih mudah dinilai daripada kalimat mohon dibantu.
- Bukti pendukung bila tersedia. Sebagian platform meminta dokumen seperti surat keterangan atau bukti penurunan penghasilan. Tidak semuanya membutuhkannya, tapi siapkan bila punya.
Fitur pengajuan mandiri, kalau tersedia, biasanya muncul di halaman tagihan atau salah satu menu lain di dalam aplikasi. Setiap aplikasi punya tata letak berbeda, jadi lebih baik cek langsung di aplikasi daripada mencari tombol yang ternyata tidak ada.
Riwayat pembayaranmu juga penting. Catatan SLIK OJK dan riwayat internal platform sering menjadi bahan penilaian. Kalau selama ini telat bayar rutin, bawa itu sebagai bagian dari penjelasan, bukan hal yang bisa dibantah. Uraian lengkap soal risiko tidak membayar Adapundi bisa kamu baca supaya paham sendiri konsekuensinya sebelum waktu terus berjalan.

Cara Mengaju ke Customer Service Adapundi: Contoh Pesan Singkat
Pesan yang baik itu singkat, spesifik, dan sopan. Kamu tidak perlu prosa panjang. Cukup empat hal: nama, nomor tagihan, bentuk keringanan yang diminta, dan alasan singkatnya.
Selamat siang, saya pelanggan Adapundi dengan nomor tagihan (isi nomor tagihanmu). Saya ingin mengajukan keringanan pembayaran karena (alasan singkat: kehilangan pekerjaan atau kondisi lain). Sisa baki debet saya sekitar (nominal). Rencana saya adalah (penundaan tiga bulan atau perpanjangan tenor menjadi enam bulan). Apakah pengajuan ini bisa diproses? Terima kasih.
Kalau lewat pesan singkat atau kolom chat, kirim sekali dengan lengkap lalu tunggu balasannya. Mengulang pesan dengan nada mendesak biasanya tidak mempercepat penilaian, justru membuat pengajuanmu sulit dibaca. Kalau setelah beberapa hari kerja belum ada jawaban, tanyakan dengan sopan apakah pengajuanmu sudah masuk antrean penilaian.
Hasil pengajuan biasanya berupa keputusan: diterima dengan bentuk tertentu, ditolak dengan alasan tertentu, atau perlu dokumen tambahan. Platform berizin wajib memberi informasi atas pengajuan yang diterimanya, jadi kalau jawabannya terasa kabur, kamu berhak menanyakan kembali statusnya.
Kenapa Pengajuan Ditolak, dan Apa yang Bisa Kamu Ubah
Penolakan bukan vonis akhir. Empat penyebab yang paling sering muncul:
- Tunggakan sudah terlalu lama. Makin lama tunggakan, makin kecil ruang negosiasi. Di tahap ini tim penagihan bisa mulai terlibat, sehingga kamu perlu tahu apakah Adapundi ada debt collector dan seperti apa tahapannya.
- Riwayat pembayaran yang buruk. Banyak tunggakan sebelumnya membuat tim skeptis terhadap rencana yang kamu propose.
- Rencana yang tidak realistis. Tenor baru yang angkanya masih di luar jangkauan penghasilan bulananmu.
- Pengajuan tanpa konteks. Pesan terlalu singkat tanpa nomor tagihan sulit ditindaklanjuti.
Yang bisa kamu perbaiki dengan cepat adalah kelengkapan data, kejelasan alasan, dan realismasi rencana yang kamu tulis. Yang sulit diubah adalah riwayat pembayaran. Kalau pengajuan pertama ditolak, tunggu jeda yang wajar lalu ajukan ulang dengan data lebih lengkap dan penjelasan yang berbeda, bukan mengulang pesan yang sama persis.
Kalau tunggakanmu sudah masuk tahap penagihan, pengurangan sebagian dari jumlah yang ditagih kadang jadi pintu masuk yang lebih mudah daripada meminta jadwal pembayaran baru. Kamu perlu tahu angka yang sedang dibicarakan, dan cara menghitungnya bisa kamu pelajari di cara hitung bunga dan denda keterlambatan Adapundi.
Jangan Tunggu Terlambat: Ini Batas Waktu yang Perlu Kamu Tahu
Semua memburuk karena tertunda, bukan karena ditolak. Batas yang perlu kamu pegang ada di SE OJK No. 19/SEOJK.06/2023. Untuk pinjaman konsumtif, denda keterlambatan dibatasi maksimal 0,3% per hari dari baki debet sejak 1 Januari 2024, menjadi 0,2% per hari sejak 1 Januari 2025, lalu 0,1% per hari sejak 1 Januari 2026. Untuk pinjaman produktif batasnya lebih rendah: 0,1% per hari sampai 2025, lalu 0,067% per hari sejak 1 Januari 2026. Jadi pada Oktober 2026, batas maksimalnya adalah 0,1% per hari dari sisa tagihan.
Dihitung dari baki debet, bukan dari nilai angsuran. Coba hitung sendiri. Baki debetmu Rp 4.000.000 dan kamu telat bayar 10 hari. Denda per hari adalah Rp 4.000.000 x 0,1% = Rp 4.000. Jadi total dendanya Rp 4.000 x 10 hari = Rp 40.000. Bandingkan dengan cara menghitung dari angsuran Rp 1.000.000, yang menghasilkan Rp 1.000 per hari atau Rp 10.000 untuk 10 hari. Selisihnya terasa, apalagi kalau tunggakannya sudah berhari-hari.
Makin lama kamu menunda, makin kecil sisa tagihan dan makin kecil juga denda hariannya. Tetap saja menunda itu mahal, karena angsuran yang menumpuk memperbesar tunggakan sekaligus memperbesar jumlah yang harus dinegosiasikan. Ada satu batas lain yang sering terlewat: SE OJK No. 19/SEOJK.06/2023 juga menetapkan bahwa total manfaat ekonomi ditambah denda keterlambatan tidak boleh melebihi 100% dari pokok pinjaman yang tertulis di perjanjian. Kalau angka yang ditawarkan terasa sangat besar, itu belum tentu wajar untuk diterima tanpa penjelasan.
Kalau sudah terlambat, jangan berhenti menghubungi platform. Langkah paling efektif tetap sama: hubungi sebelum jadwal jatuh tempo berikutnya, ajukan satu bentuk yang spesifik, dan lampirkan alasan singkat yang bisa dipercaya. Pengajuan yang datang sebelum masalah membesar jauh lebih mudah daripada pengajuan yang datang setelah tunggakan menumpuk.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.



![Adapundi Pinjaman Online: Limit, Bunga, dan Syarat 4 Pinjaman Online Adapundi [Pinjol Legal & Berizin OJK]](https://www.genhebat.com/wp-content/uploads/Pinjaman-Online-Adapundi-Pinjol-Legal-Berizin-OJK.jpeg)
![Cara Restrukturisasi Pinjol Adapundi: Panduan Praktis 5 Cara Restrukturisasi Pinjol Adapundi [Panduan Lengkap & Praktis]](https://www.genhebat.com/wp-content/uploads/Cara-Restrukturisasi-Pinjol-Adapundi-Panduan-Lengkap-Praktis.jpeg)



