QRIS di Luar Negeri: Bisa Pakai atau Tidak di Negara Tertentu

Kamu lagi jalan-jalan ke Bangkok dan lupa bawa kartu kredit? Jangan panik. QRIS di luar negeri bisa jadi jawaban buat bayar jajanan atau beli suvenir lewat aplikasi e-wallet favoritmu.

QRIS Luar Negeri adalah perluasan standar QR Code domestik yang diinisiasi Bank Indonesia, memungkinkan transaksi pembayaran di merchant luar negeri melalui kerja sama bilateral dengan otoritas pembayaran negara mitra.

Tapi jangan buru-buru excited. Ada beberapa hal kecil yang beda banget sama pengalaman pakai QRIS di Indonesia.

Mulai dari biaya tersembunyi sampai limit harian – kita bahas satu per satu di bawah.

Apa Itu QRIS di Luar Negeri dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara sederhana, sistem ini menghubungkan standar QR Code Indonesia dengan jaringan pembayaran negara lain. Jadi aplikasi e-wallet kayak GoPay, OVO, atau DANA yang udah biasa kamu pakai di dalam negeri, bisa tiba-tiba dikenali oleh mesin QR merchant di luar.

Mekanisme di baliknya melibatkan interkoneksi lewat BI-FAST dan kerja sama bilateral dengan otoritas pembayaran negara mitra. Saat kamu scan QR di toko di Malaysia, misalnya, server di Indonesia dan Malaysia saling ngobrol untuk validasi dan konversi mata uang. perbedaan qris dan kartu yang paling mencolok adalah model biaya dan limit transaksinya – QRIS pakai nominal kecil dan biaya konversi, kartu kredit pakai bunga dan limit besar.

Cara kerjanya simpel: merchant nampilin QR, kamu scan lewat aplikasi e-wallet yang udah terdaftar, masukin nominal Rupiah, lalu sistem nerjemahin ke mata uang lokal merchant. Proses ini terjadi dalam hitungan detik.

Negara Mana Saja yang Sudah Mendukung QRIS Antarnegara?

Per Juni 2026, QRIS sudah aktif di 8 negara termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang dengan total lebih dari 500 ribu merchant yang bermitra langsung dengan sistem QRIS Indonesia.

Negara Status Kerja Sama & Merchant
Thailand Aktif, lebih dari 200 ribu merchant (QR Thai QR Code)
Malaysia Aktif, terintegrasi dengan DuitNow QR
Singapura Aktif, kerja sama NETS dan SGQR
Jepang Aktif, terbatas di area turis utama

Selain itu ada Korea Selatan, India, China, dan Uni Emirat Arab yang masih dalam tahap uji coba atau adopsi awal. Kalau kamu ke negara-negara itu, pastikan cek aplikasi e-wallet kamu dulu sebelum transaksi.

Apa Saja Risiko dan Keterbatasan Menggunakan QRIS di Luar Negeri?

Meskipun praktis, QRIS di luar negeri memiliki biaya konversi 1,5–2% dan limit transaksi harian Rp10 juta, sehingga jika volume transaksi Anda besar (di atas Rp2 juta per hari), kartu kredit bisa lebih murah karena limit lebih tinggi dan tidak ada biaya konversi per transaksi.

Transaksi QRIS di luar negeri dikenakan biaya konversi mata uang asing sebesar 1,5–2% dari nilai transaksi, dan limit transaksi harian maksimal Rp10 juta untuk kategori non-verified wallet. biaya qris luar negeri ini bisa bikin total pengeluaran jadi lebih besar kalau kamu sering transaksi dalam jumlah besar.

Risiko lain: merchant belum tentu semua nerima QRIS – terutama di tempat non-turis. Plus, kalau sinyal jelek atau aplikasi belum update, transaksi bisa gagal total.

qris luar negeri
qris luar negeri

Bagaimana Cara Menggunakan QRIS di Luar Negeri Secara Praktis?

Untuk menggunakan QRIS di luar negeri, pastikan aplikasi pembayaran sudah terdaftar di sistem BI-FAST dan fitur transaksi internasional diaktifkan melalui menu pengaturan aplikasi masing-masing e-wallet.

Langkah konkret: buka aplikasi e-wallet kamu (GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay), cari menu “Pengaturan” atau “Keamanan”, lalu aktifkan opsi “Transaksi Internasional” atau “QRIS Luar Negeri”. Beberapa aplikasi juga minta verifikasi tambahan via OTP. cara daftar qris di Indonesia sebenarnya sama, tapi untuk luar negeri kamu perlu pastikan akun sudah verified (nama KTP sesuai). aplikasi qris terbaik yang sudah mendukung fitur ini antara lain GoPay dan DANA – keduanya punya pengaturan khusus untuk roaming QR.

Setelah fitur aktif, tinggal cari merchant yang display logo QRIS atau QR code mitra. Scan, masukkan nominal Rupiah, konfirmasi, selesai.

Kesimpulan: Apakah QRIS di Luar Negeri Layak Digunakan Sekarang?

Bagi wisatawan yang sering ke Asia Tenggara dengan transaksi kecil hingga menengah (di bawah Rp500 ribu per kali), QRIS luar negeri total lebih murah hingga 3% dibanding kartu kredit jika memperhitungkan biaya konversi dan bebas iuran tahunan.

Kalau kamu tipikal backpacker atau suka jajan di street food, QRIS jelas lebih praktis. Tapi kalau belanja barang mahal atau butuh limit besar, kartu kredit masih juara.

Intinya: cocok buat transaksi harian kecil di negara tetangga, kurang cocok buat belanja besar atau ke negara di luar daftar mitra. Pastikan aplikasi kamu sudah siap sebelum berangkat.

Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.

Gen Hebat
Gen Hebat