Bunga Deposito Bank bikin kamu mikir pindah dari bank lama ke bank digital cuma demi selisih 0, 5%? Angkanya kelihatan kecil, tapi di saldo ratusan juta rasanya bisa beda jutaan rupiah setahun.
Bunga deposito adalah imbalan tahunan yang dibayar bank ke kamu karena uangmu dikunci dalam tenor tertentu, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan. Jawaban singkatnya: beda 0, 5% baru berarti kalau saldo dan tenor kamu cukup besar untuk menutup pajak 20% dan repot pindah bank.
Buat saldo Rp50 juta tenor 1 bulan, selisih 0, 5% cuma sekitar Rp16.000 bersih setelah pajak. Buat saldo Rp500 juta tenor 12 bulan, selisih yang sama jadi Rp2.000.000 bersih. Mekanisme yang sama, hasil yang beda jauh karena saldo dan durasi pengali utamanya.
Beda 0, 5% itu berapa rupiah bersihnya?
Kamu tidak terima 0, 5% utuh. Pajak final deposito memotong 20% dari bunga bruto untuk saldo di atas batas tidak kena pajak sesuai ketentuan DJP yang berlaku saat ini. Jadi selisih bersih yang actually kamu terima hanya 0, 4% per tahun.
Rumusnya sederhana dan bisa kamu cek sendiri di kalkulator HP: bunga bersih = saldo x selisih rate x 0, 8 x tenor/12. Angka 0, 8 itu sisa setelah pajak 20%. Tenor/12 menyesuaikan karena rate selalu tahunan walau kamu kunci 1 atau 3 bulan.
Contoh cepat: saldo Rp200 juta, selisih 0, 5%, tenor 12 bulan. Hitungannya Rp200.000.000 x 0, 5% x 0, 8 = Rp800.000 setahun. Kalau tenor cuma 1 bulan, bagi 12 jadi sekitar Rp66.000. Itu sebabnya tenor pendek hampir tidak pernah worth it buat pindah bank.
Kenapa bank digital berani kasih rate lebih tinggi?
Bank digital tidak punya banyak kantor cabang dan teller. Biaya operasional yang hemat itu dialihkan jadi bunga tabungan dan deposito yang lebih tinggi buat narik nasabah baru. Bank konvensional sebaliknya bayar biaya gedung, ATM, dan layanan cabang.
Itu juga menjelaskan kenapa selisih 0, 5% sampai 1% sering muncul. Bank digital butuh dana pihak ketiga cepat, jadi mereka bakar margin di awal. Rate promo ini bisa turun kapan saja sesuai kebijakan masing-masing bank, jadi selalu cek per situs resminya sebelum apply.
Dari sisi keamanan, keduanya sama-sama dijamin bank digital vs konvensional oleh LPS selama banknya peserta penjaminan, rate tidak melebihi tingkat penjaminan LPS, dan saldo kamu di bawah Rp2 miliar per nasabah per bank. Klaim beda aman tidak aman biasanya soal fitur, bukan soal legalitas.
Simulasi saldo: kapan 0, 5% mulai terasa?

Bagian ini inti keputusan kamu. Tiga skenario di bawah pakai asumsi selisih bersih 0, 4% per tahun setelah pajak, tanpa biaya admin tambahan. Angka simulasi, bukan janji rate bank mana pun.
Saldo kecil Rp50 juta: bedanya uang parkir
Untuk tenor 1 bulan, selisih bersih kamu cuma sekitar Rp16.000. Tenor 3 bulan sekitar Rp50.000. Tenor 12 bulan sekitar Rp200.000. Kalau kamu harus buka rekening baru, verifikasi video call, dan pindah dana antarbank, capeknya lebih mahal dari hasilnya.
Saldo menengah Rp200 juta: mulai kepikiran
Tenor 1 bulan memberi selisih sekitar Rp66.000. Tenor 6 bulan sekitar Rp400.000. Tenor 12 bulan sekitar Rp800.000. Di titik ini pindah mulai masuk akal kalau prosesnya full online dan tidak ada biaya penalti dari deposito lama yang dicairkan lebih cepat.
Saldo besar Rp500 juta sampai Rp1 miliar: wajib hitung
Ini tabel selisih bersih setahun penuh untuk tenor 12 bulan dengan asumsi selisih bruto 0, 5%:
| Saldo | Selisih bruto setahun | Selisih bersih setelah pajak |
|---|---|---|
| Rp50 juta | Rp250.000 | Rp200.000 |
| Rp200 juta | Rp1.000.000 | Rp800.000 |
| Rp500 juta | Rp2.500.000 | Rp2.000.000 |
| Rp1 miliar | Rp5.000.000 | Rp4.000.000 |
Patokan praktisnya: kalau selisih bersih tidak sampai Rp500.000, kebanyakan orang akan merasa tidak worth it setelah dihitung waktu dan usaha. Threshold itu biasanya tercapai di saldo Rp150 juta ke atas untuk tenor 12 bulan, atau Rp300 juta ke atas untuk tenor 6 bulan.
Hal selain bunga yang bisa hapus keuntunganmu
Rate tinggi ada tangkapannya. Pertama, likuiditas. Deposito yang dicairkan sebelum jatuh tempo kena penalti, biasanya bunga hangus atau dipotong persentase tertentu sesuai kebijakan masing-masing bank. Kalau kamu butuh dana darurat di tengah jalan, keuntungan 0, 5% langsung hilang.
Kedua, fitur breakable dan ARO. Sebagian deposito digital bisa dicairkan fleksibel dari aplikasi, sebagian dikunci keras sampai jatuh tempo. Deposito konvensional biasanya punya opsi automatic roll over yang kalau kamu lupa matikan, uangmu terkunci lagi satu periode. Baca syarat tenor di cara kerja bank digital sebelum kunci dana besar.
Ketiga, biaya transfer dan admin. Pindah Rp500 juta via BI Fast beda limit dan biaya dengan SKNBI atau RTGS. Kalau kamu kena biaya Rp25.000 beberapa kali plus materai dan admin, selisih Rp200.000 di saldo kecil langsung tipis. Cek juga tingkat penjaminan LPS yang berlaku saat ini, karena rate di atas penjaminan membuat simpananmu tidak dijamin.
- Cek rate di situs resmi bank, tanggal update, dan apakah promo atau reguler.
- Cek penalti cair cepat, minimal penempatan, dan apakah bisa break via aplikasi.
- Cek status peserta LPS dan batas Rp2 miliar per nasabah per bank.
Kalau tiga cek itu lolos, baru bandingkan angka. Kalau satu saja gagal, rate tinggi tidak relevan buat kamu.
Jadi kapan pindah, kapan tetap di bank lama?
Pakai logika saldo plus kebutuhan, bukan loyalitas merek. Kalau saldo kamu di bawah Rp100 juta dan tenor di bawah 6 bulan, tetap di konvensional. Selisihnya di bawah Rp300.000, belum sebanding dengan buka akun baru dan adaptasi aplikasi.
Kalau saldo Rp150 juta sampai Rp500 juta dan kamu tidak butuh uang itu 12 bulan, pindah ke digital masuk akal. Selisih Rp600.000 sampai Rp2.000.000 cukup buat menutup usaha pindah, asal penalti nol dan banknya peserta LPS.
Kalau kamu butuh cabang fisik buat setoran tunai besar, kliring, atau urus ahli waris, tetap di konvensional walau rate lebih rendah 0, 5%. Layanan tatap muka itu nilainya lebih dari Rp1 juta buat sebagian orang. Sama halnya kalau riwayat kredit kamu lagi sensitif, jaga dulu skor lewat cek SLIK OJK sebelum buka banyak rekening baru.
Langkah berikutnya simpel: hitung dengan rumus di atas pakai saldo dan tenor kamu sendiri, lalu bandingkan dua bank spesifik di situs resminya. Artikel ini bukan saran finansial dan rate bisa berubah sewaktu-waktu, jadi keputusan final selalu ikut syarat bank, ketentuan pajak, dan aturan LPS yang berlaku saat kamu apply.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







