Cara kerja bunga kartu kredit sering bikin kaget pemegang baru. Kamu gesek Rp3.000.000 tanggal 5 buat checkout di Shopee, merasa aman karena gajian tanggal 25, lalu tagihan datang lebih besar dari belanja awal.
Yang bikin bengkak bukan cuma angka bunga. Sistemnya menghitung bunga harian sejak transaksi, memberi masa tenggang singkat, lalu menagih sekaligus saat billing cycle tutup. Kalau kamu cuma bayar minimum, sisanya berbunga lagi.
Artikel ini memetakan alur itu dari gesek sampai jatuh tempo, plus rumus yang bisa kamu tiru buat hitung sendiri. Semua angka tarif di bawah mengacu pada kisaran umum per situs resmi bank saat ini dan bisa berbeda per bank.
Kenapa saldo bertambah tiap hari walau kamu tidak belanja lagi
Drift harian adalah akumulasi bunga yang berjalan setiap hari dari sisa saldo yang belum lunas. Bank menyebutnya juga bunga berjalan. Istilah ini lazim dipakai di lembar edukasi BCA, Mandiri, dan BNI.
Mekanismenya sederhana. Setiap hari sistem mengambil sisa pokok utang, dikali tarif harian, lalu ditumpuk. Tarif harian didapat dari tarif bulanan dibagi jumlah hari dalam sebulan. Jadi utang Rp3.000.000 tidak diam, ia merangkak naik selama kamu belum lunasi penuh.
Kuncinya ada di grace period. Ini masa tenggang sekitar 20–25 hari setelah tanggal cetak tagihan, tergantung kebijakan masing-masing bank. Kalau kamu lunasi 100% sebelum jatuh tempo, bunga retail tidak jadi ditagih. Kalau tidak, bunga yang sudah drift sejak tanggal transaksi langsung aktif.
Dari gesek sampai jatuh tempo: alur billing cycle yang menentukan tagihan
Billing cycle adalah periode pencatatan sekitar 30 hari yang ditutup pada tanggal cetak. Semua transaksi di periode itu diringkas jadi satu lembar tagihan dengan tanggal jatuh tempo sendiri.
Bayangkan siklus kamu tanggal 16 sampai tanggal 15 bulan berikutnya. Kamu belanja Rp3.000.000 tanggal 5 di dalam siklus itu. Tagihan dicetak tanggal 16, jatuh tempo sekitar 20 hari sesudahnya. Di rentang itu kamu dapat grace period.
Kalau kamu bayar lunas sebelum jatuh tempo, siklus selesai bersih. Kalau kamu bayar sebagian atau cuma minimum, sisa masuk ke siklus berikutnya sebagai saldo awal yang langsung kena bunga harian tanpa grace period lagi. Di titik ini banyak orang terjebak karena mengira bunga hanya dihitung dari sisa, padahal bunga lama yang belum dibayar ikut menambah pokok baru.
Cara bank menghitung bunga yang bisa kamu tiru sendiri

Rumus dasarnya transparan: sisa saldo x tarif bulanan x jumlah hari dibagi jumlah hari sebulan. Tarif ritel umum di kisaran 2, 25% per bulan, atau sekitar 27% efektif per tahun, per informasi umum dari issuer belakangan ini.
Contoh cepat. Sisa Rp5.000.000 tidak dibayar lunas selama 25 hari: Rp5.000.000 x 2, 25% x 25 / 30 = Rp93.750. Itu bunga satu siklus. Kalau bulan depan sisa plus bunga itu belum lunas juga, hitungan mengulang dari angka yang lebih besar.
Itulah compounding effect versi kartu kredit. Bunga menempel ke pokok, lalu pokok baru itu kena bunga lagi. Kamu bisa cek sendiri dengan kalkulator HP. Ambil sisa di e-statement, kali tarif di lembar tagihanmu, lalu bagi proporsional harinya. Kalau tarif di tagihanmu beda, pakai angka itu karena tarif tiap bank dan tiap jenis kartu bisa beda.
Bunga retail, tarik tunai, dan cicilan tidak pakai tarif yang sama
Ini bagian yang jarang dijelaskan. Bunga retail buat belanja biasa punya grace period. Bunga tarik tunai tidak punya grace period sama sekali dan biasanya lebih mahal, plus ada biaya tarik tunai di depan sekitar 3%–4% atau minimal Rp50.000–Rp100.000 tergantung bank.
| Jenis pakai | Grace period | Catatan biaya |
|---|---|---|
| Belanja retail lunas | Ada, 20–25 hari | Bunga Rp0 kalau lunas |
| Belanja bawa sisa | Hangus | Bunga dari tanggal belanja |
| Tarik tunai ATM | Tidak ada | Bunga langsung + fee depan |
Cicilan kartu kredit beda lagi. Kamu tidak kena bunga harian retail, tapi kena bunga cicilan flat atau biaya konversi yang dicicil tetap per bulan. Terlihat kecil karena dibagi 12 bulan, tapi totalnya bisa setara atau lebih besar dari bunga retail kalau tenor panjang. Selalu bandingkan total bayar, bukan cicilan per bulan.
Kalau kamu bingung pilih antara gesek biasa atau ubah jadi cicilan, baca perbandingan total bunga 24 bulan buat melihat simulasi totalnya. Buat kebutuhan konsumtif cepat, beda struktur ini menentukan mahal atau tidaknya utangmu.
Bayar minimum terlihat ringan, efek snowball-nya berat
Minimum payment umumnya 10% dari total tagihan atau nominal minimal Rp50.000–Rp200.000, mana yang lebih besar, sesuai kebijakan masing-masing bank. Sisa 90% tidak hilang, ia pindah ke bulan depan dan kena bunga penuh.
Simulasi kasar buat saldo Rp5.000.000 dengan tarif 2, 25% per bulan dan kamu disiplin bayar minimum 10% tiap bulan tanpa belanja baru. Bulan pertama bayar Rp500.000, sisa Rp4.500.000 plus bunga sekitar Rp101.000. Bulan kedua pokokmu masih Rp4, 6 jutaan. Setelah 12 bulan, total yang sudah kamu bayar bisa tembus Rp3, 8 jutaan tapi sisa utang masih di atas Rp2 jutaan. Angka ini estimasi dan akan bergeser tergantung denda, biaya, dan cara hitung harian bankmu.
Telat bayar menambah lapisan kedua. Denda umum di kisaran Rp100.000 atau 3% dari tagihan, ditambah bunga tetap jalan, ditambah catatan keterlambatan yang bisa merembet ke SLIK kalau menunggak lama. Pelajari detail risiko bayar minimum kalau kamu sudah telanjur cuma bayar minimum beberapa bulan.
| Kondisi bayar | Bunga jalan? | Dampak ke bulan depan |
|---|---|---|
| Lunas 100% | Tidak | Siklus baru bersih |
| Bayar sebagian | Ya, dari tgl transaksi | Sisa berbunga harian |
| Minimum / telat | Ya + denda | Snowball + risiko SLIK |
Keputusan paling hemat buat kondisi kamu saat ini
Kalau kamu masih punya dana darurat dan tagihan di bawah 30% limit, lunasi penuh sebelum jatuh tempo. Ini satu-satunya cara mengunci grace period dan bikin bunga Rp0. Jangan pecah jadi cicilan kalau kamu mampu lunas.
Kalau kamu tidak bisa lunas, pilihannya bukan minimum otomatis. Bayar semaksimal yang kamu bisa di atas minimum, stop pakai kartu itu sampai saldo nol, dan pindahkan belanja harian ke debit. Kartu yang kena limit freeze mendadak sering berawal dari pola bayar minimum berulang yang dibaca sistem sebagai risiko.
Kalau kamu butuh utang cicilan yang bunganya tetap dan jelas, bandingkan dulu dengan beda paylater atau KTA. Kadang cicilan fixed lebih murah daripada membiarkan saldo kartu berbunga harian tanpa kepastian kapan lunas. Kalau total utang kartu sudah lebih dari 3x gaji bulanan, prioritasmu bukan lagi trik bunga, tapi stop gali lubang dan susun rencana pelunasan.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







