Bayangin: kamu tinggal tap HP di kasir, selesai. Nggak perlu keluar uang cash, nggak perlu nyari-nyari kartu. QRIS udah kayak napas buat transaksi sehari-hari — dari jajan kopi di pinggir jalan sampai bayar parkir mal. Tapi seberapa besar sebenarnya geliat layanan ini? Jawabannya ada di angka: statistik QRIS menunjukkan ekosistem yang tumbuh gila-gilaan.
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar nasional pembayaran berbasis QR code yang merajut semua platform pembayaran digital — dari GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga mobile banking — dalam satu kode batang. Dibikin oleh Bank Indonesia, QRIS hadir biar kamu nggak perlu bingung milih aplikasi mana yang mau dipake buat bayar. Satu kode, semua dompet digital terima.
Yang menarik: data terbaru nunjukin QRIS bukan cuma soal gengsi fintech. Ini soal inklusi keuangan beneran. Dan kalau kamu pikir angkanya cuma naik sedikit, tunggu dulu.
Artikel ini bakal ngupas tuntas statistik QRIS 2026 — dari jumlah user dan merchant, sampai target 17 miliar transaksi yang bikin banyak orang bertanya-tanya: se-realistis apa sih?
Ringkasan Statistik QRIS
Gambaran besarnya gini: sampai Juni 2026, QRIS udah dipegang 60 juta pengguna aktif dan dipasang di 44 juta merchant. Nggak cuma itu, target transaksi tahunan ditembak di angka 17 miliar transaksi. ini bukan nomor iseng — Bank Indonesia sebagai regulator serius mendorong target ini.
Biar keliatan trennya, ini ringkasan tiga tahun terakhir:
| Tahun | Jumlah User (juta) | Jumlah Merchant (juta) | Volume Transaksi (miliar) |
|---|---|---|---|
| 2024 | 30 | 20 | 8 |
| 2025 | 48 | 30 | 12 |
| 2026 (per Juni) | 60 | 44 | 8,5 (estimasi semester pertama) |
Per Juni 2026, QRIS telah mencapai 60 juta pengguna aktif dan 44 juta merchant, dengan target transaksi tahunan sebesar 17 miliar transaksi (Bank Indonesia, 2026). Ngelihat pertumbuhan ini, jelas QRIS bukan alternatif — ini infrastruktur utama pembayaran digital di Indonesia.
Kalau kamu penasaran soal mekanismenya, kamu bisa baca lebih detail soal cara kerja QRIS yang udah pernah kita bahas.
Analisis Pertumbuhan User QRIS
60 juta user aktif. Itu setara dengan lebih dari seperlima populasi Indonesia. Tapi yang lebih penting: dari mana aja pertumbuhan ini datang?
Pertumbuhan user QRIS 2026 mencapai 25% year-on-year, didorong oleh peningkatan literasi digital dan integrasi dengan platform e-commerce (OJK, 2026). Artinya, orang yang tadinya cuma pakai QRIS buat bayar gopek-an jajan di warung, sekarang udah terbiasa tap buat belanja online di Shopee atau Tokopedia. Integrasi sama ShopeePay, jadi salah satu dorongan utama — tinggal scan, bayar, selesai.
Menariknya, dorongan ini juga datang dari kebiasaan yang lebih dalam. Bukan cuma soal teknologi baru, tapi soal kebutuhan: pengin bayar cepet dan nggak perlu bawa uang tunai. Habits shift ini yang bikin user baru terus bertambah, terutama dari daerah yang sebelumnya minim akses perbankan.
Yang perlu dicatat juga: OJK terus mendorong literasi digital ke daerah-daerah. Ini penting, karena akan nambah basis pengguna yang tadinya cuma kenal cash jadi familiar dengan transaksi nontunai.
Analisis Pertumbuhan Merchant QRIS
Kalau user-nya naik, merchant-nya juga ikut melejit. 44 juta merchant — dari 30 juta di akhir 2025 — artinya hampir setengahnya bertambah dalam 6 bulan. Angka yang mencengangkan.
Jumlah merchant QRIS meningkat dari 30 juta di akhir 2025 menjadi 44 juta di pertengahan 2026, dengan dominasi UMKM sektor kuliner dan ritel (Bank Indonesia, 2026). Kelompok ini yang paling diuntungkan: mereka bisa terima pembayaran digital tanpa perlu investasi mahal. Cukup cetak kode QR dan tempel di meja. Semudah itu.
Sebaran merchant juga makin merata. Mulai dari pedagang kaki lima di pinggir jalan sampai toko kelontong di kampung udah pasang QRIS. Ini beda banget sama beberapa tahun lalu, di mana QRIS cuma dipakai oleh toko di mal atau kafe mahal. Sekarang, malah lebih gampang nemuin QRIS daripada mesin EDC.
Buat kamu yang mau tau jenis merchant apa aja yang udah pakai QRIS, daftar merchant QRIS bisa jadi panduan praktis.

Target 17 Miliar Transaksi: Seberapa Realistis?
Ini yang jadi pertanyaan besar. 17 miliar transaksi dalam setahun. Dibandingkan sama volume semester pertama 2026 yang diperkirakan 8,5 miliar, target ini butuh lebih dari sekadar pertumbuhan — butuh percepatan frekuensi penggunaan.
Dengan rata-rata transaksi per pengguna sekitar 12 transaksi per bulan, diperlukan peningkatan frekuensi penggunaan menjadi 20 transaksi per bulan untuk mencapai target 17 miliar transaksi (Bank Indonesia, 2026). Hitungannya gampang: kalau tiap pengguna naik dari 12 kali jadi 20 kali tap per bulan, total transaksi bulanan naik ke kisaran 1,2 miliar. Kali 12 bulan, dapet 14,4 miliar. Masih kurang sekitar 2,6 miliar. Artinya, perlu tambahan pengguna aktif baru atau frekuensi yang lebih tinggi lagi.
Apakah realistis? Bisa, tapi butuh tiga hal: (1) integrasi QRIS ke lebih banyak sektor — seperti transportasi umum massal, (2) habituasi pengguna supaya tap lebih sering, dan (3) penurunan hambatan teknis kayak jaringan internet yang lambat. Kalau ini berhasil, target bukan mimpi.
Dampak Statistik QRIS bagi Pengguna
Oke, ini bagian yang paling relevan buat kamu. Apa artinya 60 juta user dan 44 juta merchant buat pengalaman kamu sehari-hari?
Pertama, kemudahan. Makin banyak merchant artinya kamu nggak perlu kuatir duit cash abis. Tinggal masukin HP, scan, selesai.
Kedua, keamanan. Dengan 60 juta user, potensi risiko keamanan siber meningkat, namun Bank Indonesia telah menerapkan sistem proteksi tiga lapis yang mampu memblokir 99% percobaan penipuan (Bank Indonesia, 2026). Jadi walaupun jumlah pengguna gede, proteksinya nggak kendor.
Ketiga, promo. Makin banyak merchant berarti makin banyak kesempatan dapet cashback. GoPay, OVO, DANA, ShopeePay — semuanya saling berebut pengguna, untungnya buat kamu.
Meskipun pengguna meningkat, tingkat keluhan yang masuk ke YLKI terkait QRIS hanya 0.5% dari total transaksi, menunjukkan peningkatan kualitas layanan (YLKI, 2026). Artinya, pengalaman pengguna mayoritas mulus.
Buat yang masih ragu antara QRIS dan kartu kredit, bisa cek perbandingan qris kartu biar tau mana yang lebih pas.
Dampak Statistik QRIS bagi Merchant
Buat kamu yang punya usaha — atau lagi mikir mau mulai — statistik ini adalah sinyal jelas. Jangan sampai ketinggalan.
Merchant yang sudah mengadopsi QRIS melaporkan peningkatan penjualan rata-rata 20% karena kemudahan pembayaran bagi pelanggan (Asosiasi UMKM Indonesia, 2026). Kenapa? Karena pelanggan cenderung belanja lebih banyak kalau bayarnya gampang. Coba aja: kalau kamu cuma bawa cash Rp50.000, kamu mikir dua kali buat belanja lebih. Tapi kalau tinggal tap, limitnya di saldo digital — jadi lebih santai.
Selain penjualan, ada keuntungan lain: nggak perlu repot ngurus uang kembalian, catatan transaksi otomatis, dan bisa dipantau real-time. Ini bikin UMKM bisa lebih fokus ngembangin usaha daripada mikirin administrasi.
Risikonya? Biaya MDR (Merchant diskon Rate) yang biasanya 0,3-0,7% per transaksi, plus ketergantungan pada jaringan internet. Tapi dibanding manfaatnya, ini cuma ongkos kecil. Apalagi dengan akses ke daftar merchant QRIS, kamu bisa langsung apply dan mulai terima pembayaran digital.
Penutup
Gimana, udah kebayang besarnya geliat QRIS? 60 juta user, 44 juta merchant, target 17 miliar transaksi — ini bukan cuma tren. Ini infrastruktur yang mengubah cara Indonesia bertransaksi.
Yang perlu kamu lakuin sekarang: kalau kamu pengguna, biasain tap buat transaksi harian. Makin sering, makin dapat promo. Kalau kamu merchant, jangan tunda lagi — pasang QRIS, karena pelangganmu udah siap tap. Langkah kecil ini adalah bagian dari sistem yang lebih besar: ekonomi digital Indonesia yang makin inklusif.
Intinya: QRIS bukan pilihan lagi. Ini kebutuhan. Dan dengan pertumbuhan yang ada, transisi ke pembayaran digital cuma soal waktu.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







