Deposito bank digital lagi ramai dibicarakan. Bunganya lebih tinggi dibanding deposito konvensional, bikin banyak orang tergoda. Tapi sebelum kamu transfer dana, ada beberapa hal yang perlu dipahami.
Deposito bank digital adalah simpanan berjangka yang dikelola oleh bank tanpa kantor cabang fisik. Karena biaya operasional lebih rendah, suku bunga yang ditawarkan bisa lebih kompetitif.
Masalahnya, banyak orang cuma lihat angka bunga besar, lalu langsung deposit. Padahal ada faktor lain seperti tenor, penalti pencairan dini, dan jaminan LPS yang juga penting.
Artikel ini akan bantu kamu membandingkan bunga deposito bank digital, memahami cara buka melalui aplikasi, dan tahu risiko yang perlu diwaspadai sebelum memutuskan.
Apa Itu Deposito Bank Digital dan Kenapa Bunganya Lebih Tinggi?
Deposito bank digital pada dasarnya sama dengan deposito biasa: kamu menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu dan mendapat bunga tetap. Bedanya, bank digital tidak punya cabang fisik, sehingga beban operasional jauh lebih ringan.
Keuntungan dari efisiensi itu sebagian diberikan ke nasabah dalam bentuk suku bunga yang lebih tinggi. Deposito bank digital menawarkan suku bunga rata-rata 2-3% lebih tinggi dari deposito bank konvensional karena biaya operasional lebih rendah, menurut data LPS per Maret .
Ini cocok buat kamu yang punya dana idle dan ingin hasil lebih optimal dibandingkan tabungan biasa. Namun, jangan langsung tergiur—masih ada detail lain yang perlu dicek.
Perbandingan Bunga Deposito Bank Digital Berdasarkan Tenor
Setiap bank digital punya besaran bunga yang berbeda tergantung tenor yang kamu pilih. Berikut perbandingan suku bunga beberapa bank digital per Maret (data simulasi berdasarkan informasi publik):
| Bank Digital | Bunga Deposito per Tenor |
|---|---|
| SeaBank | 6,75% (12 bln), 6,5% (6 bln), 6% (3 bln), 5,5% (1 bln) |
| Jenius | 6% (12 bln), 5,75% (6 bln), 5,5% (3 bln), 5% (1 bln) |
| Bank Jago | 5,5% (12 bln), 5,25% (6 bln), 5% (3 bln), 4,75% (1 bln) |
SeaBank menawarkan bunga deposito 6,75% untuk tenor 12 bulan (data Maret ), tertinggi di antara bank digital Indonesia. Tapi ingat, bunga tinggi biasanya diikuti dengan tenor panjang.
Kalau kamu butuh dana dalam waktu dekat, pilih tenor pendek meski bunganya lebih kecil. Jangan lupa cek juga deposito bank sebagai referensi tambahan.
Cara Buka Deposito di Aplikasi Bank Digital: Panduan Langkah demi Langkah
Proses buka deposito online jauh lebih praktis daripada ke bank konvensional. Kamu cuma butuh KTP, NPWP, dan saldo minimal Rp1 juta.
- Buka aplikasi bank digital yang kamu gunakan, lalu cari menu deposito atau investasi.
- Pilih nominal deposito dan tenor yang diinginkan. Biasanya ada pilihan 1, 3, 6, atau 12 bulan.
- Baca suku bunga yang ditampilkan, lalu konfirmasi pembukaan deposito.
- Transfer dana dari rekening utama ke rekening deposito. Proses otomatis dan langsung aktif.
Pembukaan deposito di bank digital hanya memerlukan KTP, NPWP, dan saldo minimal Rp1 juta; proses selesai dalam 10 menit melalui aplikasi.
Setelah deposito aktif, kamu bisa pantau bunganya langsung dari aplikasi. Tenang, semua data tersimpan aman.

Risiko dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Deposit di Bank Digital
Meski bunganya menggiurkan, deposito bank digital punya risiko yang sering diabaikan. Salah satunya adalah soal likuiditas dana.
Deposito bank digital dijamin LPS hingga Rp2 miliar per bank, namun dana tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti rata-rata 2-3% dari bunga.
Bunga deposito bank digital lebih tinggi 2-3% dibanding bank konvensional, tetapi dana tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa penalti rata-rata 2-3% dari bunga. Pastikan dana yang didepositokan adalah dana idle yang tidak dibutuhkan dalam jangka pendek.
Selain itu, suku bunga bisa berubah jika bank merevisi kebijakan. Pilih bank dengan rekam jejak stabil dan baca syarat deposito sebelum apply. Baca juga risiko deposito bank untuk informasi lebih lengkap.
Kesimpulan: Deposito Bank Digital Mana yang Cocok untuk Anda?
Setiap bank digital punya keunggulan masing-masing. Berdasarkan analisis per Maret , SeaBank cocok untuk target bunga tinggi, sementara Jenius unggul dalam fleksibilitas tenor dan pencairan.
Kalau prioritasmu bunga maksimal dengan tenor panjang, pilih SeaBank. Tapi kalau kamu ingin tenor pendek atau fleksibilitas menarik dana, Jenius lebih pas. Bank Jago bisa jadi alternatif jika kamu sudah punya ekosistem rekening di sana.
Sebelum deposit, hitung dulu kebutuhan dana kamu. Jangan sampai dana yang didepositokan harus dicairkan darurat dan kena penalti. Untuk panduan lebih lengkap, lihat panduan memilih deposito.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







