Cara kerja bank digital bikin banyak orang bingung. Bunganya kelihatan tinggi, transfer diklaim gratis, tapi saldo kok ada batasnya.
Bank digital adalah bank berizin OJK yang operasinya full lewat aplikasi tanpa kantor cabang. Ia menghimpun dana dari tabungan kamu, memutarnya jadi kredit dan penempatan di Bank Indonesia, lalu sebagian marginnya dikembalikan sebagai bunga tabungan dan subsidi biaya transfer.
Jawaban cepatnya begini. Bunga dihitung dari saldo harian dan dibayar bulanan setelah dipotong pajak. Transfer gratis hanya dalam kuota, lewat dari itu kamu bayar sesuai tarif BI-FAST atau SKNBI per situs resminya saat ini. Saldo dan limit harian dibatasi profil risiko plus syarat penjaminan LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
Bunga tabungan dihitung harian, dibayar bulanan setelah pajak
Bunga bukan hadiah. Itu harga sewa uang kamu yang dipakai bank selama sebulan. Mekanismenya sederhana dan bisa kamu prediksi sendiri.
Setiap malam sistem mencatat saldo akhir harian kamu. Saldo itu dikali bunga per tahun lalu dibagi 365. Hasil harian dijumlahkan selama sebulan, itulah bunga bruto kamu. Kalau kamu tarik dana di tengah bulan, hari setelah penarikan otomatis menghasilkan bunga lebih kecil.
Rumus ilustrasinya seperti ini. Bunga bruto 30 hari = saldo harian rata-rata x bunga p.a. asumsi x 30 / 365. Bunga bersih = bunga bruto x (1 – pajak). Pajak bunga tabungan umumnya 20% final untuk WNI dalam negeri, sesuai aturan pajak yang berlaku saat ini.
Supaya kebayang, anggap satu bank pasang bunga 4% p.a. sebagai contoh saja, bukan angka resmi. Dengan saldo Rp5 juta selama 30 hari penuh, bunga brutonya sekitar Rp16.400 lalu bersihnya sekitar Rp13.100 setelah pajak. Saldo Rp50 juta menghasilkan bersih sekitar Rp131.500.
| Saldo 30 hari penuh | Bunga bruto ilustrasi | Bunga bersih ilustrasi |
|---|---|---|
| Rp5 juta | Rp16.400 | Rp13.100 |
| Rp50 juta | Rp164.300 | Rp131.500 |
| Rp200 juta | Rp657.500 | Rp526.000 |
Tabel di atas memakai asumsi 4% p.a. Angka resmi bisa berbeda per bank dan berubah mengikuti BI Rate, jadi selalu cek tabel terbaru di situs resmi bank sebelum kamu apply. Kalau kamu mau paham konteks dasarnya dulu, baca apa itu bank digital biar tidak salah ekspektasi.
Catch-nya ada di tier. Banyak bank digital bayar bunga tinggi hanya untuk kantong atau saku tertentu sampai nominal tertentu. Lewat dari tier itu, kelebihan saldo dapat bunga dasar yang jauh lebih rendah.
Kapan transfer yang katanya gratis jadi bayar
Bank digital tidak menggratiskan transfer karena murah. Ia mensubsidi biayanya dari margin bunga buat akuisisi nasabah. Subsidi itu selalu ada batasnya.
Pola umumnya seperti ini. Kamu dapat kuota misal 20 sampai 30 kali gratis per bulan untuk BI-FAST ke bank lain. Transfer ke sesama bank yang sama biasanya tetap gratis tanpa kuota. Top up e-wallet sering punya kuota terpisah yang lebih kecil.
Setelah kuota habis, kamu bayar tarif normal per transaksi sesuai kuota BI-FAST gratis yang diumumkan bank. Besarnya bisa berbeda per bank dan bisa berubah, jadi patokannya selalu halaman biaya di aplikasi, bukan brosur lama.
- Cek sisa kuota gratis di aplikasi sebelum transfer gaji atau bayar supplier.
- Bedakan jalur BI-FAST, SKNBI, dan RTGS karena tarif dan limitnya beda.
- Gabungkan transfer kecil jadi satu transfer besar biar kuota awet.
Kalau kamu transfer 40 kali sebulan ke beda bank, 20 kali pertama mungkin gratis dan 20 kali sisanya kena tarif. Dengan tarif ilustrasi Rp2.500 per transfer, tambahan biayanya Rp50.000 sebulan. Itu bisa menghapus bunga bersih saldo kecil.
Batas saldo, limit transfer, dan jaminan LPS

Batas saldo bukan buat menyulitkan kamu. Itu rem risiko bank dan syarat agar dana kamu tetap dijamin.
Ada tiga batas yang sering ketuker. Pertama, saldo maksimum per akun atau per kantong yang ditetapkan bank. Kedua, limit transfer harian dan per transaksi yang terkait verifikasi e-KYC kamu. Ketiga, batas penjaminan LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank per aturan yang berlaku saat ini.
Limit e-KYC biasanya paling terasa. Akun yang baru verifikasi dasar sering dibatasi saldo belasan sampai puluhan juta dan transfer harian kecil. Setelah upgrade ke verifikasi penuh dengan biometrik, limit naik signifikan sesuai kebijakan masing-masing bank.
Soal aman, kuncinya dua. Pastikan bank terdaftar dan diawasi OJK lewat daftar resmi OJK, dan pastikan bunga yang kamu terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Bunga di atas bunga penjaminan bisa bikin simpanan tidak dijamin walau nominalnya di bawah Rp2 miliar.
Buat dana operasional, pisahkan rekening gaji harian dan rekening parkir dana. Detail jebakan biaya yang sering nempel di produk bank bisa kamu cek di biaya tersembunyi bank sebelum saldo kamu membesar.
Kalau profil kamu beda, pilih bank yang beda
Tidak ada satu bank digital yang menang untuk semua orang. Yang ada hanya bank yang struktur bunga dan kuotanya cocok dengan cara kamu pakai uang. Tiga profil di bawah mencakup sebagian besar kasus.
Mahasiswa dengan saldo di bawah Rp10 juta
Kamu menang dari kuota transfer dan bebas biaya admin, bukan dari bunga. Bunga bersih saldo Rp5 juta cuma belasan ribu sebulan, sekali kena biaya transfer di luar kuota langsung habis.
Pilih bank dengan kuota BI-FAST dan top up e-wallet paling longgar. Abaikan bunga headline tinggi kalau tier bunganya mulai dari Rp50 juta. Perbandingan dompet harian bisa kamu lihat di bank vs e-wallet.
Freelancer dengan arus kas tidak rutin
Kamu butuh kantong terpisah dan bunga yang dihitung harian. Saat invoice cair Rp30 juta lalu tersedot buat hidup dua minggu, hanya hari saat saldo mengendap yang menghasilkan bunga.
Pilih bank yang bayar bunga ke saldo kantong fleksibel tanpa kunci tenor, plus limit transfer harian besar. Hindari bank yang bunga tingginya mensyaratkan saldo mengendap penuh sebulan.
UMKM dengan transfer puluhan kali per hari
Kamu kalah atau menang di biaya transfer, bukan di bunga. Kuota 20 kali gratis per bulan habis dalam dua hari kalau kamu bayar supplier harian.
Pilih bank dengan tarif BI-FAST di luar kuota paling murah dan limit SKNBI harian tinggi. Hitung total biaya transfer sebulan, lalu bandingkan dengan selisih bunga bersih antar bank. Sering kali bank berbunga sedikit lebih rendah tapi tarif transfer murah jauh lebih hemat.
Keputusannya begini. Kalau transfer kamu di bawah 20 kali sebulan dan saldo mengendap, pilih bunga bersih setelah pajak tertinggi. Kalau transfer kamu di atas 30 kali sebulan, pilih kuota dan tarif transfer termurah. Kalau saldo kamu mendekati Rp2 miliar di satu bank, pecah ke dua bank agar tetap dalam cakupan LPS.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.







