Kalau kamu pernah buka aplikasi Akulaku, kemungkinan besar kamu pernah bingung waktu lihat dua menu yang terlihat mirip: Cashloan dan Cicilan. Keduanya sama-sama pinjol. Keduanya sama-sama dari Akulaku. Tapi padahal, ini dua hal yang beda banget — mulai dari cara kerja, bunga, tenor, sampai dampak ke keuanganmu.
Dan kalau kamu salah pilih? Maka kamu bisa bayar lebih dari yang seharusnya. Atau lebih parah: kena bunga yang jauh lebih tinggi dari yang kamu duga.
Jadi mari kita bahas. Beneran.
Apa Itu Akulaku Cashloan?
Cashloan itu pinjaman tunai. Kamu apply, dan kalau disetujui, uangnya masuk ke rekening atau dompet digital kamu. Sesimpel itu.
Ini bukan beli barang. Kamu dapet duit beneran — terus bayar cicilannya tiap bulan dengan bunga. jenis layanan akulaku yang tersedia, dan Cashloan adalah salah satu yang paling sering digunakan buat kebutuhan mendesak.
Cara Kerjanya
- Upload KTP, verifikasi wajah, isi data pekerjaan
- Tentukan jumlah dan tenor (berapa lama kamu mau lunasi)
- Tunggu approval — biasanya beberapa menit sampai 1×24 jam
- Uang cair ke rekening atau ke GoPay/OVO/DANA
- Bayar cicilan tiap bulan sesuai schedule
Bunga dan Tenor
Ini bagian yang perlu perhatian.
Bunga Cashloan Akulaku bervariasi tergantung profil kamu, tapi secara umum:
- Bunga per bulan: mulai dari sekitar 2,5% – 4,5% (APR bisa jauh lebih tinggi)
- Tenor: 3, 6, 9, atau 12 bulan
- Minimum pengajuan: biasanya Rp500.000
- Maximum: bisa sampai Rp20.000.000 tergantung limit akun kamu
Contoh nyata: Kamu pinjam Rp3.000.000 dengan tenor 6 bulan, bunga 3% per bulan. Cicilan kamu kurang lebih Rp545.000 per bulan. Total kamu bayar sekitar Rp3.270.000. Itu bunga 9% flat selama 6 bulan — kedengarannya kecil, tapi kalau di-annualize jadi sekitar 36% per tahun.
Kalau mau detail lengkap soal bunga yang berlaku di Akulaku, bunga akulaku yang sudah kita rangkum.
Siapa yang Bisa Apply?
- WNI dengan KTP
- Punya akun Akulaku aktif
- Umur 18-65 tahun
- Ada sumber penghasilan (bisa diverifikasi atau tidak, tergantung limit)
Catatan: Limit dan approval rate bergantung ke skor kredit internal Akulaku. Makin sering kamu pake Akulaku dan lunasin tepat waktu, makin besar limit dan makin rendah bunga yang kamu dapet.
Apa Itu Akulaku Cicilan?
Cicilan di Akulaku itu pada dasarnya paylater atau kartu kredit virtual. Kamu beli barang di merchant yang partner sama Akulaku, terus bayar dalam cicilan — tanpa bunga kalau kamu pilih tenor 0%.
Bedanya sama Cashloan: di sini kamu nggak dapet uang. Kamu dapet barang atau jasa, dan pembayarannya diangsur.
Cara Kerjanya
- Buka aplikasi Akulaku atau merchant yang support Akulaku
- Pilih produk, pilih metode pembayaran “Cicilan Akulaku”
- Pilih tenor (1, 3, 6, 9, 12 bulan)
- Konfirmasi dengan PIN atau verifikasi
- Barang dikirim atau langsung digunakan
- Bayar cicilan via aplikasi Akulaku tiap bulan
Bunga dan Tenor
Ada dua skenario:
- Cicilan 0%: Tidak ada bunga. Tapi biasanya ada biaya penanganan 0,5% – 1% per transaksi. Jadi Rp1.000.000 barang, biaya penanganan Rp5.000-Rp10.000. Masih jauh lebih murah dari bunga cashloan.
- Cicilan reguler (bunga berjalan): Kalau kamu pilih tenor lebih panjang atau nggak eligible 0%, bunga berlaku. Bisa 0,75% – 2,95% per bulan tergantung tenor dan promo.
Siapa yang Bisa Pake?
Hampir semua orang dengan akun Akulaku. Tapi:
- Limit Cicilan tergantung skor kredit kamu (bisa Rp500.000 sampai belasan juta)
- Untuk Cicilan 0%, biasanya tenor dibatasi (3 atau 6 bulan paling umum)
- Merchant tertentu nggak support 0%, jadi baca promo dengan teliti
Cashloan vs Cicilan: Perbandingan Langsung
| Cashloan | Cicilan Akulaku | |
|---|---|---|
| Yang kamu dapet | Uang tunai | Barang atau jasa |
| Bunga efektif | 2,5% – 4,5% per bulan (APR sekitar 30-55%) | 0% (biaya admin 0,5-1%) atau 0,75%-2,95% per bulan |
| Tenor | 3, 6, 9, 12 bulan | 1, 3, 6, 9, 12 bulan |
| Minimum pengajuan | Rp500.000 | Rp100.000 (tergantung merchant) |
| Proses | Verifikasi data, approve dalam jam | Cepat — sering under 1 menit |
| Use case | Kebutuhan tunai mendadak | Pembelian barang yang sudah planned |
Kapan Harus Pakai Cashloan?
Cashloan masuk akal kalau:
- Ada emergency — biaya medis, perbaikan kendaraan, tagihan mendadak
- Butuh likuiditas sekarang dan yakin bisa lunasi sesuai cicilan
- Udah nggak ada opsi lain yang lebih murah (kartu kredit, pinjaman bank)
Cashloan bukan buat:
- Belanja konsumtif yang bisa ditunda
- Investasi yang return-nya nggak jelas (kalau return investasi lebih rendah dari bunga cashloan, kamu rugi)
- Belanja impulse karena “bunga-nya rendah per bulan”
The catch
Bunga cashloan itu per bulan kedengarannya kecil. “Cuma 3% per bulan.” Tapi di-annualize, itu 36% per tahun. Kalau kamu pikirin “3% doang,” kamu bakal kaget pas hitung total bunga.
Hitung dulu. Selalu. Pakai kalkulator cicilan. Jangan cuma lihat angka cicilan per bulan.
Kapan Harus Pakai Cicilan?
Cicilan masuk akal kalau:
- Kamu emang sudah plan beli barang itu — bukan impulse
- Ada promo cicilan 0% atau 0,75% — jauh lebih murah dari cashloan
- Barang yang kamu beli itu produktif atau setidaknya tahan lama (elektronik, perabot, gadget)
Cicilan bukan ideal kalau:
- Kamu beli barang yang nilainya langsung turun setelah dibeli (fashion, aksesoris)
- Tenor yang tersedia terlalu panjang dan akhirnya kamu bayar jauh lebih mahal dari harga awal
- Karena FOMO sama promo — “murah nih 0%!” padahal kamu nggak butuh
The catch
Cicilan 0% itu bukan gratis. Ada biaya penanganan. Dan kalau kamu telat bayar, denda masuk. Denda telat bayar Akulaku itu Rp50.000 per kejadian atau persentase dari Cicilan minimal — whichever lebih besar. Sekali telat, biaya penanganan promo jadi nggak berlaku dan bunga retroaktif bisa diterapkan.
Jadi cicilan 0% cuma beneran 0% kalau kamu disiplin bayar tepat waktu. Kalau nggak — kamu kehilangan manfaat promo dan kena biaya tambahan.
Apa yang Terjadi Kalau Kamu Gagal Bayar?
Ini bagian yang sering orang abaikan. Keduanya punya konsekuensi yang nggak enak:
Cashloan
- Denda telat: sekitar 0,5% – 1% per hari dari jumlah Cicilan minimal (tergantung ketentuan terbaru)
- Akun di-blacklist di ekosistem Akulaku — limit bisa dipotong atau akun bisa di-suspend
- Skor kredit turun — ini bisa mempengaruhi approval pinjol lainnya
- Collection process dimulai: SMS, telepon, sampai pihak ketiga jika menunggak lama
Lebih lengkap soal risiko ini udah kita bahas di risiko gagal bayar.
Cicilan
- Denda telat bayar: mulai dari Rp50.000 atau 4% dari jumlah Cicilan minimal
- Bunga berjalan diterapkan retroaktif kalau kamu telat bayar di periode promo
- Limit Cicilan dipotong atau dinonaktifkan
- Barang yang dibeli bisa di-blacklist (terutama untuk barang mahal)
Kalau kamu mau tahu cara bayar yang benar biar nggak telat, cara bayar akulaku bisa bantu.
Jadi pilih salah satu atau keduanya — pastikan dulu kamu bisa bayar tepat waktu. Dua minggu telat itu bukan “sedikit telat.” Itu udah mulai jadi mahal.
Intinya
Cashloan itu buat kebutuhan tunai. Cicilan itu buat pembelian barang yang sudah kamu plan.
Kalau kamu butuh duit sekarang dan yakin bisa bayar — cashloan. Tapi hitung dulu total bunganya. Jangan cuma lihat cicilan per bulan.
Kalau kamu mau beli gadget atau appliance dan ada promo cicilan 0% — cicilan. Asal kamu disiplin bayar dan barangnya memang kamu butuhkan.
Yang paling sering orang salah: pakai cashloan buat beli yang cicilannya kalau aja ada promo. Atau cicil barang impulse karena “0% sich, relatif murah.” Dua-duanya salah.
Pakai sesuai kebutuhan. Bukan sesuaikesempatan yang muncul yang muncul di feed.
Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.








