Paylater dan SLIK: Bagaimana Pembayaran Mempengaruhi Skor Kredit Anda

Banyak pengguna paylater yang tidak menyadari satu hal penting: setiap transaksi dan riwayat pembayarannya tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK). Terutama bagi Anda yang pernah telat bayar, ini bisa berdampak langsung pada skor kredit yang kemudian dibaca oleh bank saat Anda mengajukan KPR, KTA, atau kredit lainnya.

Paylater Sekarang Sudah Masuk Catatan SLIK — Bukan Rumor, Ini Fakta Resmi

Berdasarkan pernyataan resmi Kepala Eksekutif Pengawas PEPK OJK Friderica Widyasari Dewi, pinjaman paylater memang sudah masuk dalam pencatatan riwayat kredit dalam SLIK. Artinya, data pembayaran Anda — lancar atau bermasalah — bisa dilihat oleh lembaga keuangan ketika Anda mengajukan produk kredit apa pun.

Ketentuan ini bukan sekadar imbauan. Sejak berlakunya POJK No. 10/POJK.05/2022, seluruh penyelenggara paylater resmi yang terdaftar dan diawasi OJK wajib melaporkan data debitur ke SLIK. Termasuk di dalamnya adalah Akulaku, Kredivo, Indodana, dan penyedia paylater berlisensi lainnya yang selama ini Anda gunakan.

Yang perlu dibedakan: paylater resmi yang terdaftar di OJK berpotensi tercatat di SLIK, sementara pinjam online legal memastikan bahwa provider yang Anda gunakan memang memenuhi ketentuan pelaporan ini. Paylater ilegal tidak masuk sistem tetapi justru membawa risiko hukum dan finansial yang jauh lebih besar.

Apa yang Terjadi di SLIK Saat Anda Bayar Paylater Tepat Waktu

Ketika Anda menggunakan paylater dan membayar tagihan tepat waktu, lenders melihat ini sebagai sinyal positif. Riwayat pembayaran yang lancar berarti Anda mampu mengelola kewajiban finansial jangka pendek. Dalam konteks SLIK, ini membangun credit behavior yang baik.

Bagi Anda yang belum pernah punya produk kredit sebelumnya — misalnya fresh graduate — paylater yang dibayar disiplin justru bisa menjadi cara pertama membangun riwayat kredit. Artinya, paylater bukan selalu musuh bagi skor kredit. Ia netral; yang menentukan adalah bagaimana Anda mengelolanya.

Telat Bayar Paylater? Ini Urutan Konsekuensi di Skor Kredit Anda

Berikut adalah rangkaian dampak yang terjadi ketika Anda gagal bayar paylater, dimulai dari yang paling awal hingga dampak jangka panjang:

1. Denda keterlambatan accrues setiap hari. Berdasarkan POJK 10/2022, bunga keterlambatan maksimal 0,4% per hari dari sisa tenor. Untuk tagihan Rp500.000, denda telat 10 hari bisa mencapai Rp20.000 — dan terus bertambah setiap hari Anda tidak bayar.

2. Jika masih unpaid setelah jatuh tempo, provider melaporkan ke SLIK. Status keterlambatan Anda dicatat sebagai Kol (Kelalaian).

3. Klasifikasi Kol menentukan seberapa parah dampaknya pada skor kredit Anda:

  • Kol 1 — Terlambat bayar 1 hingga 30 hari. Skor kredit mulai turun. Bank akan melihat ini sebagai risiko ringan tetapi tetap mencatat.
  • Kol 2 — Terlambat bayar 31 hingga 60 hari. Skor kredit menurun secara signifikan. Penerbitan kartu kredit baru bisa ditolak.
  • Kol 3 — Terlambat bayar 61 hingga 90 hari. KPR dan KTA hampir pasti ditolak. Bank membaca ini sebagai ketidakmampuan mengelola utang.
  • Kol 4 — Terlambat bayar 91 hingga 120 hari. Status sangat bermasalah. Sulit untuk mengajukan produk kredit apa pun.
  • Kol 5 — Terlambat lebih dari 120 hari atau Written Off. Dalam istilah SLIK, ini berarti macet atau gagal bayar. Bank menganggap Anda sebagai risk tinggi dan hampir semua pengajuan kredit akan ditolak.

4. Dampak di luar sektor keuangan. Beberapa pemberi kerja — terutama di institusi keuangan — melakukan background check melalui SLIK sebelum memutuskan rekrutmen. Riwayat Kol 5 pernah menjadi alasan penolakan kandidat di beberapa kasus yang dilaporkan di media sosial.

Kalau Sudah Terjadi Negatif di SLIK, Bisa Diperbaiki?

Bisa, tetapi butuh waktu dan strategi. Berikut yang perlu Anda ketahui:

Settlement bukan berarti hilang otomatis. Jika Anda melakukan settlement (pernjanjian pelunasan), status Kol di SLIK tetap tercatat. Yang berubah adalah label dari “macet” menjadi “settled” — tetap berbeda dari status lancar.

Partial settlement vs full settlement. Partial settlement (pelunasan sebagian) masih menunjukkan kepada lender bahwa ada sisa utang yang tidak lunas. Full settlement (pelunasan penuh) lebih baik tetapi tetap tidak menghapus jejak negatif dari SLIK.

Entri negatif bertahan 3-5 tahun setelah settlement. SLIK menyimpan data kredit selama periode ini. Namun, jika setelah settlement Anda konsisten bayar semua utang tepat waktu, skor kredit perlahan akan membaik. Tidak instan, tetapi prosesnya nyata.

Langkah konkret: Pertama, cek SLIK Anda terlebih dahulu untuk melihat apakah ada entri yang salah atau belum terselesaikan. Jika ada yang tidak sesuai, Anda bisa mengajukan disput ke OJK atau ke provider terkait. Kedua, jika ada tunggakan, prioritaskan pelunasan — mulai dari yang paling kecil dan paling bermasalah. Ketiga, setelah bersih, jaga pola bayar tepat waktu selama minimal 12 bulan untuk mulai melihat perbaikan pada skor kredit.

Cara Aman Pakai Paylater Tanpa Merusak Skor SLIK

Paylater tetap bisa menjadi инструмен keuangan yang berguna selama Anda mengelolanya dengan disiplin. Berikut aturan praktis yang bisa langsung diterapkan:

  • Batasi aktif paylater maksimal 1-2 saja. Semakin banyak akun aktif, semakin tinggi risiko lupa jatuh tempo dan semakin sulit memantau total kewajiban bulanan. Jika Anda penasaran membandingkan beberapa layanan, review Gopay Later bisa jadi referensi dalam memilih yang paling sesuai.
  • Set auto-debit untuk pembayaran tagihan. Ini menghilangkan risiko lupa. Pastikan saldo di rekening mencukupi sebelum tanggal jatuh tempo.
  • Pakai paylater untuk kebutuhan, bukan keinginan sesaat. Tanyakan ke diri sendiri: jika harus bayar tunai hari ini, apakah saya tetap membeli barang ini? Jika ragu, tunda.
  • Jangan bayar paylater A pakai paylater B. Ini pertanda arus kas sudah tidak sehat. Pola gali lubang tutup lubang akan memperburuk kondisi finansial Anda.
  • Cek SLIK secara berkala. Terutama jika Anda aktif menggunakan paylater atau kartu kredit. Dengan mengecek secara berkala, Anda bisa mendeteksi masalah sebelum berubah menjadi Kol 3 atau lebih.

Yang Harus Anda Lakukan Sekarang

Pertama, cek SLIK Anda sekarang juga. Bisa melalui aplikasi fintech seperti Skorlife atau secara langsung melalui platform OJK. Ketahui apakah ada entri yang perlu diperhatikan.

Kedua, jika skor masih bersih dan lancar: pertahankan dengan membayar semua tagihan tepat waktu. Satu keterlambatan yang tidak disadari bisa merusak skor yang sudah susah payah dibangun.

Ketiga, jika sudah ada negatif: jangan abaikan. Susun rencana pelunasan dan mulai dari yang paling ringan. Semakin lama ditunda, semakin dalam Kol yang akan tercatat dan semakin lama proses recovery-nya.

Paylater sendiri bukan masalah. Yang menentukan adalah bagaimana Anda mengelolanya. Dalam dunia kredit, reputasi dibangun dari konsistensi — dan hancur karena satu telat bayar yang tidak segera diperbaiki.

Disclaimer: Seluruh konten di situs ini disediakan hanya untuk tujuan informasional dan tidak dimaksudkan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk melakukan pinjaman maupun membeli/menjual produk apa pun—lakukan riset Anda sendiri. Setiap keputusan yang diambil pengguna mengandung risiko dan dapat menimbulkan kerugian; seluruh risiko atas keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna, bukan tanggung jawab GENHEBAT.COM.

Gen Hebat
Gen Hebat